Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pemimpin PSSI Dituntut Profesiona

Cahya Mulyana
28/7/2019 07:45
Pemimpin PSSI Dituntut Profesiona
Logo PSSI.(Wikipedia)

MENTERI Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Kongres Luar Bisa (KLB) PSSI menata ulang semua level kompetisi sepak bola nasional supaya tidak terjadi lagi kasus ­pengaturan skor. Salah satu sarannya lembaga yang menaungi seluruh aktivitas cabang olahraga si kulit bundar itu menerapkan video asisten wasit (VAR).

“Kami menyampaikan pesan khusus Menpora, hendaknya PSSI melakukan perubahan supaya lebih baik, lebih profesional, dan jujur dalam mengelola organisasi sehingga terwujud sepak bola berprestasi. Di tengah kemajuan teknologi, semua liga harus ada VAR supaya tidak ada pengaturan seperti sebelumnya,” tegas Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi ­Olahraga Kemenpora Yuni ­Poerwanti saat menyampaikan kata sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada pembukaan KLB PSSI, di Hotel ­Mercure Ancol, Jakarta, tadi malam.

Ia mengatakan ­pemerintah sangat berharap PSSI bisa ­menghadir­kan iklim kompetisi sepak bola yang transparan dan memantik banyak prestasi. Selain melalui VAR ­dalam upaya menekan pihak yang ingin menghancurkan sepak bola ­nasional, penataan organisasi juga menjadi mutlak lewat karakter dan visi para pemimpinnya.

“Semoga dengan KLB ini nantinya bisa memunculkan pemimpin PSSI yang visioner, tanggap terhadap setiap persoalan yang ada dan bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membangun ­persepakbolaan nasional,” katanya.

Terlebih, kata dia, PSSI memiliki payung hukum khusus dari Presiden berupa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang bisa digunakan untuk membentuk cabang olahraga ini semakin berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman berharap KLB ini mampu mengantarkan PSSI lebih baik. Pasalnya, seluruh rakyat Indonesia yang mayoritas mencintai sepak bola menginginkan tim nasionalnya berprestasi.

Menurut Norman, KLB PSSI harus melahirkan pejabat yang memiliki profesionalitas yang lebih baik lagi. Hal itu dilakukan supaya masyarakat bangga terhadap PSSI dan sepak bola nasional.

“Saudara semua orang (­pengurus dan pemilik suara Kongres PSSI) yang diberi kewenangan meningkatkan kualitas dan kompetisi diharapkan membuat rakyat ­Indonesia bangga atas prestasi ­sepak bola Indonesia,” ­pungkasnya.

 

Agenda utama

KLB PSSI kali ini memiliki tiga agenda utama, yakni pengesahan revisi Statuta PSSI, pengesahan revisi kode pemilihan, dan memilih anggota baru Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

KLB juga dihadiri perwakilan FIFA dan AFC. Tampak hadir dele­gasi FIFA Sanjeevan C Balasingam dan Luca Nicola, serta Purushottam Kattel dari AFC. Selain itu, KLB juga diikuti 86 pemilik suara KLB yang terdiri atas 34 asosiasi provinsi (asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, Asosiasi Futsal dan Asosiasi Sepak bola wanita.

Sesuai dengan arahan dari FIFA yang disampaikan kepada PSSI melalui surat resminya, KLB dilaksanakan 27 Juli. PSSI juga secara intens berkomunikasi dengan FIFA, tak hanya terkait soal KLB, tetapi juga program dan masalah organisasi lainnya.

Untuk Kongres Biasa pada Januari 2020, itu akan menjadi kongres biasa pemilihan 15 Komite Eksekutif PSSI yang terdiri atas ketua umum dan dua wakil ketua umum, serta 12 anggota. Komite eksekutif terpilih akan bekerja untuk empat tahun sampai 2024 (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya