Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

PSSI Harus Berani Lawan Mafia Sepakbola

MI
08/7/2019 14:10
PSSI Harus Berani Lawan Mafia Sepakbola
PSSI harus berani memberantas mafia sepak bola di Tanah Air demi meraih prestasi di masa mendatang.(Ist)

MATCH fixing (pengaturan skor) di persepakbolaan Indonesia dinilai sudah terjadi sejak lama. Laku tidak terpuji tersebut jelas merupakan pengkhianatan terhadap sportivitas dan juga kejahatan terhadap dunia olahraga.

Pengamat sepak bola Rudi S Kamri menyatakan maraknya match fixing menjadi salah satu penyebab mengapa sepak bola Indonesia tidak kunjung meraih prestasi yang bisa dibanggakan. Pasalnya, walaupun memiliki sumber daya yang bagus, adanya mafia sepak bola membuat Indonesia tidak akan bisa mencapai prestasi terbaik.  

"Aksi para mafia sepak bola ini telah terjadi selama puluhan tahun. The Godfather mafia sepak bola Indonesia dan para kroconya seenak sendiri mengatur merah hitamnya persepakbolaan Indonesia untuk kepentingan pribadi mereka," ujar Kamri, Senin (8/7). 

Tentang peran PSSI saat ini untuk memberantas mafia sepak bola, Kamri mengaku pesimistis. Pasalnya, menurut Kamri, PSSI juga tidak mampu menjadi organisasi yang bersih dari oknum-oknum perusak sepak bola Indonesia.

"Bagaimana kita bisa membersihkan lantai rumah kita dengan menggunakan sapu kotor? Tidak menjadi bersih, tapi justru semakin kotor," ujarnya.

Pernyataan Kamri senada dengan apa yang diungkapkan Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), Suhendra menilai mafia sepak bola di Indonesia memang melibatan tokoh-tokoh besar yang tidak tersentuh sehingga sulit diberantas.

"Hal inilah yang menyebabkan usaha keras untuk membersihkan sepak bola kita dari praktik mafia seolah membentur tembok. Namun kita harus mendukung usaha keras KPSN yang tanpa pamrih berusaha membongkar habis mafia sepak bola Indonesia," tuturnya.

Lebih jauh, Kamri berharap dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI mendatang, akan terpilih 'orang gila yang waras' yang berani membersihkan internal PSSI dan berani melawan mafia sepak bola. "Jangan lagi PSSI dipimpin oleh orang-orang yang menggunakan PSSI untuk kepentingan pribadi dan politik seperti sebelumnya," tegasnya. (RO/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya