Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT perdana Komite AdHoc Integritas PSSI telah dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (13/2) pagi. Dalam rapat ini, seluruh jajaran anggota hingga dewan penasihat hadir.
Pertemuan awal ini ditujukan untuk menyamakan persepsi terkait tugas dan langkah Komite AdHoc Integritas dalam menyelesaikan kasus pengaturan skor yang tengah membelit kompetisi sepak bola nasional.
Penasihat Komite AdHoc Integritas PSSI Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun dalam proses pengusutan kasus tersebut.
"Jelas kita sampaikan bahwa kita akan zero tolerance terhadap bentuk pelanggaran," kata mantan Kapolri ini.
Selain diberikan tugas untuk mengusut kasus pengaturan skor, Komite AdHoc juga diberikan amanah untuk menjalin sinergi dengan tim khusus yang dibentuk Kepolisian.
Seperti diketahui, Kepolisian telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola pada Desember 2018 lalu untuk mengungkap praktik pengaturan skor.
Baca juga : Formasi Lengkap Komite Integritas PSSI Terbentuk
Sejauh ini 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka termasuk anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng.
Badrodin pun menjelaskan bahwa Komite AdHoc akan bekerja beriringan dengan Satgas. Mereka akan fokus dalam pelanggaran dari sisi hukum sepak bola. Sedangkan, Satgas menyidik dalam lingkup pelanggaran pidana.
"Pendirian Komite AdHoc ini bukan untuk menghalangi proses penyidikan yang sedang dilakukan Satgas Antimafia bola. Komite ini akan melakukan penyelidikan sehingga jelas bahwa pelanggaran yang dilakukan itu nanti masuk ke ranah yudisial PSSI atau masuk ke ranah hukum pidana," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Uden Kusuma Wijaya berharap kinerja Satgas Antimafia Bola terus dalam posisi prima untuk mengungkapkan aktor utama pengaturan skor di Indonesia.
"Sikap kita ingin Satgas ini kemudian terkontaminasi pihak tertentu yang ingin mengkondisikan dalam hal tertentu agar sampai ke aktor intelektual. Jadi ini eranya reformasi sepak bola, sayang kalau sudah digebrak-gebrak seperti ini terus kemudian hanya berhenti di tengah jalan," jelas Uden. (OL-8)
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved