Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
EDY Rahmayadi memutuskan untuk mundur sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) saat membuka kongres tahunan yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Hal ini menurut Edy, membuktikan bahwa dirinya tidak haus kekuasaan.
Menanggapi hal itu, Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono menilai, meski ketua umum PSSI telah mengundurkan diri, namun kerja sejumlah pihak yang ingin memajukan sepak bola di Tanah Air belum selesai.
Pasalnya, di dalam pengurus PSSI saat ini masih banyak oknum yang terindikasi match fixing (pengatur pertandingan).
“Kalau mau clear mestinya seluruhnya kita sapu bersih,” terang Suhendra kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (20/1)
Menurutnya, masih banyak tarik-menarik kepentingan politik di sepak bola Indonesia, tentu tidak baik dan itu harus dibersihkan.
“Saya ingin bersihkan itu semua,” tegas Suhendra.
Cara untuk membersihkan itu, lanjutnya, tentu dengan seluruh bantuan elemen bangsa. Termasuk bantuan media massa.
“Kita tidak ingin bola dijadikan panggung politik dan kepentingan pihak tertentu,” ungkap Suhendra.
Baca juga : Alasan Mundur Edy Rahmayadi DIpertanyakan
Pasca kongres PSSI, Suhendra mengaku, tidak menitip harapan kepada pengurus saat ini. Terlebih kasus mafia bola kembali mencuat.
“Karena, apa pun yang dilakukan selama aktor intelektualnya belum ditangkap akan susah berubah. Ibarat apapun makanannya, minumannya tetap teh botol,” ujarnya.
Suhendra menambahkan, selama tidak ada Kejadian Luar Biasa (KLB) maka permainan yang akan terjadi di PSSI pengulangan saja.
“Kuncinya KLB pilih pemimpin dan struktur yang milenial, baru, dan bersih serta tidak punya kepentingan tertentu,” pungkasnya.
Sebelum menyatakan mundur, tuntutan agar Edy mundur dari ketum PSSI sudah banyak bergaung.
Itu tidak terlepas dari mantan Pangkostrad tersebut yang kini juga sudah menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara. (OL-8)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved