Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Pengamat: Mudik Gratis Presisi 2026 Transformasi Polri dari Kekuasaan ke Pelayanan

Rahmatul Fajri
24/3/2026 11:34
Pengamat: Mudik Gratis Presisi 2026 Transformasi Polri dari Kekuasaan ke Pelayanan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(MI/Haryanto Mega)

ANALIS Politik Senior, Boni Hargens menilai Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan transformasi melalui program Mudik Gratis Polri Presisi 2026. Boni menyebut program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata pergeseran paradigma kepolisian dari pendekatan kekuasaan menuju pendekatan pelayanan.

“Program Mudik Gratis 2026 adalah cerminan transformasi budaya kelembagaan yang fundamental. Polri kini memposisikan diri sebagai pelayan publik yang hadir untuk membantu dan melindungi, bukan lagi sebagai instrumen intimidasi atau dominasi,” ujar Boni melalui keterangannya, Selasa (24/3).

Boni menyoroti dedikasi personel Polri yang bekerja menyeluruh, mulai dari pengaturan titik kritis lalu lintas hingga pendampingan perjalanan. Namun, ia juga memberikan catatan emosional terkait gugurnya Brigadir Fajar Permana, anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, saat bertugas mengamankan arus mudik. Menurut Boni, pengorbanan nyawa Brigadir Fajar adalah bukti paling autentik bahwa nilai-nilai pelayanan telah meresap ke dalam jiwa korps Bhayangkara.

"Kepergian Brigadir Fajar adalah pengingat keras bahwa keamanan yang kita rasakan adalah buah dari dedikasi, bahkan nyawa. Ini membuktikan transformasi nilai Polri bukan sekadar slogan, melainkan jiwa yang dihayati hingga pengorbanan tertinggi," katanya.

Lebih lanjut, Boni menjelaskan bahwa kinerja positif Polri dalam momen Lebaran ini berimplikasi besar pada penguatan society policing. Dalam konsep ini, masyarakat dan polisi bekerja sebagai mitra setara, yang menjadi fondasi penting bagi Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System). 

Boni menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya menerjemahkan visi Presisi ke dalam tindakan nyata yang menyentuh rakyat. Transformasi ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.

"Kepemimpinan Listyo Sigit telah meletakkan fondasi budaya baru yang berpotensi berkembang melampaui masa jabatannya. Ini adalah warisan institusional yang paling berharga bagi organisasi negara,” kata Boni. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya