Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menilai situasi global saat ini dipenuhi ketidakpastian, dengan berbagai negara menghadapi tekanan krisis yang berdampak pada kondisi ekonomi dunia.
Dalam arahannya di Sidang Kabinet Paripurna Kesiapan Idul Fitri 2026, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, Presiden menginstruksikan agar pemerintah menyikapi kondisi itu secara waspada tanpa menghentikan aktivitas perekonomian.
"Kita sikapi krisis ini, tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang," katanya.
Ia menekankan bahwa roda kehidupan masyarakat harus tetap berjalan agar stabilitas dan ketenangan publik tetap terjaga. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan global tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini situasi nasional secara umum masih berada dalam kendali pemerintah. "Secara garis besar, masih bisa kita kendalikan," katanya.
Karena itu, Presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap bekerja secara solid menjaga stabilitas, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan tenang di tengah dinamika ekonomi dunia. (Ant/P-3)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan daya cadangan ketahanan energi Indonesia hanya mampu bertahan selama 21 hari
Survei Gallup memang menjadi bukti bahwa Indonesia kompetitif dan aman bagi Warga Negara Asing (WNA), namun aspek perlindungan internal tetap harus dibenahi.
LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) mengimbau masyarakat agar tidak mudah terjebak provokasi yang berpotensi merusak hubungan antara TNI dan Polri.
Tiongkok menggelar parade militer besar di Lapangan Tiananmen, Rabu (3/9), yang menampilkan persenjataan modern, pasukan elite, hingga pertunjukan udara spektakuler.
PBNU mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga persatuan bangsa serta stabilitas nasional secara menyeluruh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved