Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

dr Piprim Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Imbas tak Mau Dimutasi

Reynaldi Andrian Pamungkas
15/2/2026 22:50
dr Piprim Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Imbas tak Mau Dimutasi
dr Piprim Basarah Yanuarso(tangkapan layar Instagram dr Piprim)

KONSULTAN Jantung Anak Seior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin karena tidak mau dimutasi. Hal tersebut ia sampaikan dalam unggahan video di media sosial Indtagram resminya, Minggu (15/2).

"Akhirnya saya dipecat oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin," katanya dikutip dari Instagram dr.piprim.

Selain itu, dr Piprim juga meminta maaf kepada seluruh pasien hingga murid dan mahasiswanya karena pemecatan tersebut.

dr Piprim mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mendampingi para residen hingga calon dokter anak setelah dipecat.

"Kepada seluruh pasien-pasien saya, khususnya di RSCM. Murid-murid saya, mahasiswa saya, residen, calon dokter anak dan velo calon konsultan jantung anak saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya tidak lagi bisa mendampingi kalian-kalian dalam menempuh pendidikan kalian," ungkapnya.

Lalu, dokter kelahiran 1967 ini juga menjelaskan alasannya ia dipecat. Menurutnya, beberapa bulan sebelumnya ia dipaksa pindah. Bahkan, dr Piprim juga sempat diberi ultimatum untuk patuh terhadap aturan jika tak mau dimutasi.

"Sebagaimana diketahui, dua bulan sebelum saya dimutasi secara paksa oleh Dirjen Layanan Lanjutan, dr Azhar Jaya saya dipanggil oleh senior saya yang menyayangi saya profesor Rinawati Rosiswanto dan saya dikatakan oleh dia, Rim, kamu kalau tidak mau kooperatif dengan kologium bentukan Menkes kamu akan dimutasi sedangkan saya hanya menjalankan amanah kongres Ilmu Kesehatan Anak di Semarang bahwa kologium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia beridiri secara independen, sehingga kami pada saat itu memperjuangkan independensi kologium dan menolak kologium itu ada di bawah Menteri Kesehatan," paparnya.

Karena tetap memperjuangkan independensi kolegium dan menolak mutai, dr Piprim pun akhirnya dipecat.

"Perjuangan IDAI, inilah yang kemudian ternyata dibenarkan oleh amar keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan kologium harus independen. Namun kemudian perjuangan saya dan teman-teman di IDAI juga para guru besar yang menginginkan kologium ini tetap independen berujung pada mutasi paksa, dan karena saya menolak dengan mutasi yang tidak sesuai dengan asas meditrokasi terhadap mutasi seorang ASN kemudian saya dipecat oleh bapak Menteri Kesehatan," jelasnya.

"Demikian pemberitahuan dari saya, mohon maaf sekali lagi kepada seluruh murid-murid saya serta pasien-pasien saya semoga anak-anak Indonesia tetap sehat dan saya bisa tetap berjuang di tempat lain," pungkas dr Piprim. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya