Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun, PSI Nilai Kepercayaan Investor Kuat

Irvan Sihombing
26/1/2026 17:46
Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun, PSI Nilai Kepercayaan Investor Kuat
Presiden Prabowo Subianto.(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan lawatan resmi ke Inggris, Swiss dan Prancis. Selama enam hari kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo membawa pulang sejumlah komitmen strategis senilai Rp90 triliun.

Direktorat Hukum dan HAM DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kamaruddin menilai kepercayaan investor terhadap Indonesia menguat seiring stabilitas politik dan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurut Kamaruddin, faktor pertama yang membuat investor percaya adalah situasi politik Indonesia yang dinilai stabil. Ia menyebut stabilitas tersebut menjadi modal penting untuk menarik investasi asing masuk.

“(Investor) percaya dengan Indonesia kan yang pertama adalah terkait dengan stabilitas politik ya di bawah kepemimpinan Pak Prabowo. Stabilitas politik di Indonesia di bawah kepemimpinan Pak Prabowo ini dianggap stabil,” kata Kamaruddin, Senin (26/1).

Selain politik, Kamaruddin menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi pertimbangan investor. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kokoh. Kamaruddin menilai stabilitas ekonomi makro Indonesia juga tetap terjaga, salah satunya lewat inflasi yang terkendali.

“Cuma Indonesia ini kan pertahanan ekonomi domestik itu kan dan stabilitas ekonomi makro kan juga luar biasa kan,” ungkapnya.

Kamaruddin juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai ikut mendorong minat investor. Salah satunya program hilirisasi sumber daya alam yang dilakukan secara masif.

Ia menilai kebijakan hilirisasi sumber daya alam menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, arus modal asing yang masuk ke pasar obligasi dan saham dinilai mencerminkan optimisme pelaku pasar.

Tak hanya hilirisasi, ia turut menyoroti reformasi struktural dan kepastian hukum yang dianggap semakin terjamin. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bagi investor dalam melihat prospek Indonesia.

“Reformasi struktural dan kepastian hukum yang lebih terjamin di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” kata dia.

Saat disinggung soal nilai tukar rupiah yang sempat melemah, Kamaruddin menilai kondisi tersebut dipengaruhi faktor global. Menurutnya, tekanan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami negara lain.

“Memang ini fenomena global. Fenomena global yang sebenarnya juga mata uang negara-negara lain juga lebih parah daripada Indonesia sebenarnya,” tuturnya.

Kamaruddin mengatakan inflasi di Indonesia berada pada level yang relatif aman. Ia menyebut hal itu ikut memengaruhi pergerakan rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.

“Karena Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan inflasi sebenarnya di Indonesia itu sangat terkendali kan inflasinya. Hanya dua koma sekian persen inflasi Indonesia,” paparnya.

Menurut Kamaruddin, kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih kuat, meski ada gejolak dari luar negeri.

“Ini yang menyebabkan juga sekarang kan sudah mulai menguat juga kan rupiah. Itu gejala apa global saja. Tapi konteks domestik, fundamental kita kan kuat,” pungkasnya. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya