Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Membedah Visi Asta Cita dan Profil Lengkap Presiden Prabowo Subianto

Irvan Sihombing
21/1/2026 20:20
Membedah Visi Asta Cita dan Profil Lengkap Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto kerap membahas program Asta Cita.(Antara)

Asta Cita merupakan visi pemerintahan yang dirumuskan Presiden Prabowo Subianto sebagai arah kebijakan strategis untuk menjawab tantangan jangka panjang Indonesia mulai dari ketahanan ideologi, kemandirian ekonomi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia. 

Visi ini tidak hanya mencerminkan arah kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga menggambarkan pendekatan strategis negara dalam menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui delapan misi utama yang saling terhubung.

Visi Asta Cita dan Program Unggulan

Dalam memimpin Indonesia periode 2024–2029, Prabowo Subianto mengusung visi Asta Cita sebagai landasan kebijakan pemerintah, di antaranya.

Secara substansi, Asta Cita menekankan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia; pemantapan kemandirian bangsa melalui ketahanan pertahanan, pangan, energi, dan air; penguatan ekonomi kerakyatan melalui penciptaan lapangan kerja, kewirausahaan, serta hilirisasi dan industrialisasi; serta pembangunan sumber daya manusia yang mencakup pendidikan, sains, teknologi, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas.

Agenda-agenda tersebut merepresentasikan bagian dari delapan misi Asta Cita yang menjadi arah kebijakan pemerintahan.

Salah satu program yang dikaitkan dengan arah visi Asta Cita adalah Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil, yang diarahkan untuk mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Profil Lengkap Prabowo Subianto: Perjalanan Militer hingga Presiden RI

Sosok di balik Asta Cita ini memiliki rekam jejak panjang yang membentang dari dunia militer elite hingga puncak kepemimpinan sipil sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

1. Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Global

Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo Subianto Djojohadikusumo merupakan putra dari pasangan begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, dan Dora Marie Sigar. Tumbuh dalam keluarga yang berpengaruh, ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di luar negeri, mulai dari Hongkong, Malaysia, Swiss, hingga Inggris. Hal ini membuatnya fasih berbagai bahasa asing dan memiliki wawasan global. Pada tahun 1974, ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) di Magelang.

Baca juga: Tepis Isu Perpecahan, Presiden Prabowo: Kabinet Solid

2. Karier Militer: Dari Kopassus hingga Pangkostrad

Prabowo menghabiskan sebagian besar kariernya di pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Salah satu prestasi yang melambungkan namanya adalah keberhasilan operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, pada tahun 1996. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dan kemudian dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Karier militernya berakhir di tengah gejolak Reformasi 1998, yang kemudian menjadi titik transisi menuju peran sipil dan politik di tingkat nasional.

3. Transformasi Menjadi Pengusaha dan Politisi

Setelah purnatugas dari militer, ia beralih menjadi pengusaha dengan memimpin berbagai perusahaan seperti PT Nusantara Energy dan PT Jaladri Nusantara. Di bidang organisasi, ia terpilih menjadi Ketua Umum HKTI periode 2004–2009 menggantikan Siswono Yudo Husodo dengan memperoleh 309 suara. Ia mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan, yang meraih 15 suara dan satu abstain dari total 325 suara. Selain HKTI, Prabowo juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI.

Pada 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Keputusan Prabowo untuk bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2019–2024 dipandang sebagai langkah rekonsiliasi politik yang berkontribusi dalam meredakan polarisasi politik di masyarakat.

Menuju Kursi Istana dan Kemenangan Pilpres 2024

Sebelum memenangkan Pemilihan Presiden 2024, Prabowo Subianto telah melalui sejumlah kontestasi politik nasional sebagai calon wakil presiden pada 2009, serta calon presiden pada 2014 dan 2019.

Pemilihan Presiden 2024 menjadi puncak perjuangan politiknya. Menggandeng Gibran Rakabuming Raka, pasangan ini memenangkan mandat rakyat dalam satu putaran. 

Selain menjabat sebagai Presiden, ia tetap menjadi figur sentral sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Tantangan Global dan Diplomasi Internasional

Memasuki masa kepemimpinannya, Prabowo Subianto dihadapkan pada dinamika geopolitik global yang terus berkembang serta kebutuhan domestik untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dalam konteks hubungan luar negeri, ia menegaskan komitmen Indonesia pada prinsip politik luar negeri yang bebas aktif, sembari menerapkan pendekatan diplomasi yang menekankan hubungan bertetangga baik (good neighbor policy) dalam praktik kerja sama regional dan internasional guna menjaga kedaulatan NKRI sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan stabilitas kawasan.

Kesimpulan

Kini, sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto memikul harapan besar jutaan rakyat. Perpaduan latar belakang militer, pengalaman usaha, dan perjalanan politiknya menjadi bekal utama dalam menakhodai Indonesia menuju cita-cita kemerdekaan yang berdaulat, adil, dan sejahtera melalui visi Asta Cita.

Riwayat Jabatan & Pelatihan

Jabatan Utama:

  • Presiden Republik Indonesia (2024–sekarang)
  • Menteri Pertahanan RI (2019–2024)
  • Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (1998)
  • Komandan Jenderal Kopassus (1996–1998)
  • Ketua Umum HKTI
  • Ketua Umum PB IPSI (2007–sekarang)
  • Presiden & CEO PT Nusantara Energy
  • Presiden & CEO PT Jaladri Nusantara

Kursus/Pelatihan Spesialis:

  1. Kursus Para Komando (1975)
  2. Counter Terorist Course GSG-9 Germany (1981)
  3. Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya