Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Prabowo: Indonesia Harus Menjamin Makan Rakyatnya

Irvan Sihombing
06/1/2026 20:48
Prabowo: Indonesia Harus Menjamin Makan Rakyatnya
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali menekankan visi besar pemerintahannya yang terangkum dalam buku Strategi Transformasi Bangsa. Hal ini disampaikan pada retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

Substansi utama dari buku tersebut kemudian dipaparkan kembali oleh Presiden Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun 2026 yang diikuti seluruh anggota Kabinet Merah Putih, kepala badan, pimpinan lembaga, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, serta para kepala staf dari tiga matra TNI.

Dalam taklimat tersebut, Presiden menegaskan bahwa kemandirian bangsa di berbagai sektor merupakan prinsip mendasar dalam strategi transformasi nasional yang dijalankan pemerintah.

"Bangsa Indonesia harus mandiri. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya," kata Presiden kepada jajaran Kabinet dan pejabat negara yang hadir.

Sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain swasembada pangan dan swasembada energi.

Presiden Prabowo menjelaskan ketergantungan terhadap impor di tengah konflik global dan ketidakpastian dunia menjadi risiko serius bagi kedaulatan nasional.

"Awalnya adalah beras karena beras adalah makanan pokok kita, tetapi yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras. Jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus juga swasembada protein," ucap Prabowo.

Swasembada Energi dan Risiko Global

Selain pangan, Presiden menekankan pentingnya swasembada energi sebagai fondasi kemandirian bangsa. Ketergantungan energi kepada negara lain dinilai menghambat upaya keluar dari kemiskinan dan mencapai kemakmuran.

Menurutnya, apabila Indonesia tidak mencapai swasembada beras di tengah konflik yang terjadi di berbagai kawasan, situasi itu akan rawan karena sumber impor beras selama ini berasal dari negara-negara seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam, sementara konflik bersenjata dan ketegangan berulang terus terjadi di kawasan tersebut.

"Sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang, Thailand sama Kamboja perang terus, setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus (perang) lagi," kata Presiden Prabowo dalam taklimat awal tahunnya. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik