Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung terus mengusut dugaan korupsi pengurangan pajak yang melibatkan korporasi dan pegawai pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan pencekalan bepergian ke luar negeri terhadap sejumlah pihak.
"Pertama yang terkait dengan perkara pajak, penyidik Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan juga melakukan beberapa tindakan pencekalan," kata Anang di Jakarta, Senin (1/12).
Anang mengatakan penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah tempat dan menyita barang bukti. Namun, ia tak merinci tempat penggeledahan dan barang bukti yang disita.
"Penyidik melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap beberapa barang bukti. Di beberapa tempat, ada lebih dari 5 titik di Jabodetabek," ujarnya.
Lebih lanjut, Anang mengatakan saat ini penyidik masih bekerja mendalami kasus tersebut. Nantinya, pihaknya akan menyampaikan perkembangan perkara, termasuk siapa saja yang terlibat dan jumlah aliran uang dalam kasus tersebut.
Sebelumnya, Kejagung mengusut tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait pengurangan pajak sejumlah perusahaan pada periode 2016-2020.
"Ya (memperkecil pembayaran pajak), tapi kan dia ada kompensasi untuk memperkecil. Kalau ini kan maksudnya ada kesepakatan dan ada ini, ada pemberian itu. Suap lah, memperkecil dengan tujuan tertentu. Terus ada pemberian," kata Anang, saat dikonfirmasi, Senin (17/11). (Faj/P-3)
Korps Adhyaksa juga telah mencegah lima orang ke luar negeri dalam kasus ini.
Sebanyak tiga saksi itu yakni dua pihak swasta Miftahun Kamil dan Mohammad Ruji, serta anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Nurhakim. Mereka diperiksa di luar kota.
Budi enggan memerinci nama-nama orang yang sudah dimintai keterangan dalam perkara ini. Sebab, kerahasiaan proses penyelidikan berbeda dengan penyidikan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.50 WIB. Api membesar cepat, membakar rumah dengan bangunan dua lantai.
Budi enggan memerinci hasil analisis penyidik dalam kasus ini. Informasi itu baru dibuka nanti, setelah semua temuan dinyatakan lengkap.
Hanya penyelesaian hingga persidangan yang dapat meruntuhkan spekulasi soal adanya agenda tersembunyi.
Bos Jarum Victor Rachmat Hartono bersama Ken Dwijugiastead dan sejumlah orang lainnya dicekal karena diduga terkibat kasus korupsi pajak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved