Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

KPK Miris Kasus Korupsi di Riau 4 Kali Terjadi

Candra Yuri Nuralam
05/11/2025 15:37
KPK Miris Kasus Korupsi di Riau 4 Kali Terjadi
Ilustrasi(Dok ist)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku miris dengan operasi tangkap tangan (OTT) di Riau. Sebab, kasus rasuah sudah empat kali terjadi di sana.

“Kami menyampaikan rasa keprihatinan kita bersama. Sebab, upaya penindakan atas dugaan tindak pidana korupsi ini merupakan kali keempat yang terjadi di wilayah Provinsi Riau,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 5 November 2025.

Tanak menjelaskan, kasus rasuah di Riau terjadi pada 2007, 2012, 2014, dan 2025. Kasusnya mulai dari rasuah pengadaan mobil dinas pemadam kebakaran, sampai pemerasan yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid.

“Praktik ini menunjukkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang masih terjadi dengan berbagai modus yang beragam,” ucap Tanak.

KPK akan memberikan perhatian serius atas rasuah di Riau. Korupsi tidak boleh terjadi lima kali di sana.

“Sehingga, perlu upaya-upaya mitigasi dan pencegahan korupsi ke depannya, dengan lebih serius,” ujar Tanak.

Sebelumnya, KPK sudah menggelar ekspose dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau. Kasus rasuah dalam OTT itu adalah pemerasan.

“Dugaan tindak pemerasan in terkait dengan anggaran di Dinas PUPR,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 November 2025.

Budi menjelaskan, KPK akan mengumumkan para tersangka dalam OTT ini, besok, 5 November 2025. Dalam kasus ini, ada juga uang yang disita oleh tim penangkapan.

“Tim, juga mengamankan barang bukti diantaranya sejumlah uang dalam bentuk rupiah, dolar Amerika, dan juga pounsterling yang kalau dirupiahkan Rp1,6 miliar,” ucap Budi. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya