Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Konsolidasi Internal, Kader Diwajibkan Dekat dengan Rakyat

Media Indonesia
30/9/2025 15:22
Konsolidasi Internal, Kader Diwajibkan Dekat dengan Rakyat
Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Kalsel Hasnuryadi Sulaiman(Dok ist)

UNTUK konsolidasi internal partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), seluruh pengurus dan kader partai diwajibkan untuk selalu dekat dengan rakyat. Termasuk, bersedia menjadi mata, telinga dan mulut yang aktif menyuarakan berbagai kegelisahan rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, di Banjarmasin, Kalsel, Selasa (30/9), terkait berbagai isu nasional saat ini, mulai dari kasus Makan Bergizi Gratis (MBG), kemandirian pangan dan energi, dan lain-lain.

Menurut Hasnur yang juga Wakil Gubernur Kalsel tersebut, pada dasarnya semua isu-isu penting nasional harus menjadi perhatiannya, termasuk partai Golkar Kalsel. “Kita tak boleh menutup mata dan akan selalu aktif mengambil peran dalam ikut menyelesaikan aneka persoalan yang ada,” tegasnya.

Karena itulah, kata Hasnur, dirinya sengaja menggunakan kata wajib dalam perintah yang disampaikannya kepada seluruh kader, untuk memberi pesan kuat yang mengingatkan bahwa sebagai umat beragama di dalamnya melekat sebuah kewajiban.

“Salah satu kewajiban tersebut adalah selalu hadir bersama rakyat, dekat dengan rakyat dan peduli kepada rakyat. Jadi, ini perintah yang sengaja saya wajibkan kepada seluruh kader agar lebih mendapat perhatian sangat serius,” jelasnya.

Untuk tujuan tersebut, Hasnur akan melakukan safari kunjungan ke seluruh pengurus DPD kabupaten/kota se Kalsel. Ini penting dilakukan, selain dalam rangka konsolidasi dan penguatan partai, juga dalam menyerap aspirasi para pengurus partai di daerah.

Dalam waktu bersamaan, lanjut pemilik klub sepak bola Barito Putera itu, dirinya sebagai ketua DPD Golkar Kalsel juga ingin menyerap aspirasi rakyat melalui aneka kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satunya melalui dialog bersama rakyat dan tokoh masyarakat.

Hasnur juga menyebut sejumlah kegiatan beraroma keagamaan seperti safari doa dan salawat bersama para duafa dan anak-anak tatim di setiap kabupaten dan kota se Kalsel.

“Ini penting dilakukan agar seluruh pengurus dan kader selalu memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap nasib saudara kita yang kurang beruntung seperti para duafa dan anak yatim. Di samping itu, tentu saja ada misi ibadah yang ingin dicapai dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Apalagi, kata Hasnur, para duafa dan anak-anak yatim itu memiliki tempat istimewa di mata Allah. Mereka adalah kategori makhluk khusus yang  mendapat perhatian khusus juga dalam Alquran. Begitu juga perhatian yang ditunjukan dari pesan Rasulullah SAW.

Bagi Hasnur, berpolitik itu bukan semata-mata hanya urusan jabatan. Lebih dari itu ada misi luhur yang melekat di dalamnya yakni kewajiban ikut membumikan pesan-pesan spiritual ajaran agama. Sehingga, politik tak lagi identik dengan korupsi, penyelewengan dan praktik-praktik zalim lainnya.  (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya