Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan sistem bekerja dari mana saja untuk hari ini, 29 Agustus 2025. Keputusan ini diambil karena adanya demonstrasi di sejumlah lokasi di Jakarta.
“Pegawai yang tidak ada tugas khusus dan harus diselesaikan di kantor hari ini, dapat melanjutkan pekerjaan dengan mekanisme bekerja dari mana saja,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Jumat (29/8).
Budi mengatakan, keputusan ini diambil untuk pegawai KPK yang biasa bekerja dari Gedung Merah Putih. Pegawai yang sedang mendapatkan tugas di luar Markas KPK tetap menyelesaikan pekerjaan seperti biasa.
“(Keputusan ini) untuk mengantisipasi kondisi dan situasi hari ini,” ujar Budi.
Keputusan ini juga mengikuti perintah dari Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta. Pegawai negeri boleh bekerja dari rumah untuk nyari ini.
Kehadiran bisa dilakukan secara daring dengan dua kali absensi. Kebijakan bekerja dari rumah ini dikecualikan untuk ASN yang bekerja di lapangan. (Can/P-3)
Salah fokus pemberantasan korupsi berdampak buruk pada kualitas penegakan hukum, menciptakan ketidakpastian bagi yang bekerja di sektor publik, dan menjadikan pencegahan bukan prioritas.
Prabowo memilih beberapa orang bermasalah hukum untuk masuk ke dalam kabinetnya, hal itu menandakan bahwa tidak ada komitmen awal pemerintahaannya terhadap penegakan hukum.
Almas mengatakan Presiden Prabowo dalam berbagai pidato kenegaraannya kerap menggaungkan pemerintahan yang dipimpin akan sangat tegas memberantas korupsi.
Dia memastikan KUHAP baru tidak akan melemahkan pemberantasan korupsi. Pemberantasan korupsi dipastikan tidak berkurang.
Sikap antikorupsi harus ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari, terlebih di tengah kondisi rakyat yang sulit mencari pekerjaan.
Prabowo pun mempersilakan kepada masyarakat untuk menyampaikan segala bentuk aspirasi. Ia berjanji akan serap segala aspirasi.
BBC News melaporkan ribuan orang menghadiri pemakaman Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek yang meninggal setelah ditabrak dan dilindas mobil polisi.
Warganet berharap para anggota dewan tidak tuli dengan kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas barracuda Brimob di tengah aksi unjuk rasa, Kamis (28/8) malam.
Aksi dipicu oleh mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob yang menabrak dan melindas seorang ojek online saat bentrokan.
Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dilaporkan meninggal dunia diduga karena terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved