Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pentingnya pengawasan Daya Anagata Nusantara atau Danantara harus yang terbaik mengingat di dalamnya ada dana publik.
"Danantara sebuah Political will yang bagus, harus kita dukung," tegas Haedar Nashir usai Rakornas Bidang Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (26/2).
Menurut Haedar, sekarang hanya tinggal implementasi Danantara sesuai dengan gagasan dan kemauan politik Presiden Prabowo Subianto, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Namun, pengawasan terbaik diperlukan mengingat Danantara sebagai program strategis yang mengelola dana publik. Terpenting, pelaksanaannya terkoneksi dengan ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Danantara, Senin (24/2). Program strategis nasional itu bertujuan mengkonsolidasikan semua kekuatan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (H-4)
Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3).
PRESIDEN Prabowo Subianto menekankan pentingnya integritas dan disiplin tata kelola dalam pengelolaan aset negara.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menempatkan utusan khusus presiden di seluruh BUMN untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap pengelolaan aset negara.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Prabowo lanjut mengumumkan dirinya telah menerima laporan return on asset BUMN-BUMN di bawah naungan Danantara dalam periode setahun terakhir naik hingga lebih dari 300%.
Prabowo menekankan program tersebut merupakan keputusan langsung dari pemerintah yang harus segera direalisasikan.
DIREKTUR Cendikia Muda Nusantara (CMN) menilai ketika Danantara dijalankan secara transparan dan sesuai jalurnya maka akan memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved