Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengakui alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki TNI masih perlu ditingkatkan. Hal ini disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, Selasa (4/2).
Sjafrie menjelaskan alutsista merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh TNI. Namun, ia menyadari saat ini TNI belum memiliki alutsista yang maksimal baik dari segi kapasitas maupun kapabilitas peralatan militer.
"Memang urgensi alutsista bagi kita itu sangat dominan. Kita ketahui TNI memang belum maksimal memiliki kapasitas dan kapabilitas peralatan militer, sehingga sekarang kita berbenah untuk melengkapi baik secara perlengkapan perorangan maupun satuan serta alutsista strategis yang diperlukan oleh TNI sebagai pengawal kedaulatan NKRI," kata Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan alutsista merupakan kebutuhan yang menghabiskan anggaran negara. Pembelian alutsista tersebut juga tidak bisa diukur dari segi dampaknya. Namun, ia menegaskan memang harus menelan biaya besar besar untuk memastikan kedaulatan negara tetap terjaga.
"Jadi, kita memang susah, susah diukur, karena kita hanya intengible benefit untuk negara yaitu kedaulatan. Tinggal kita sekarang ditanya apakah kedaulatan itu harganya berapa? Nah, ini lah yang kita kerjakan bahwa memang alutsista kebutuhan TNI itu mahal," katanya.
Selain biaya alutsista yang mahal, Sjafrie juga menyoroti prajurit TNI juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ia melihat minat generasi muda menjadi prajurit TNI tidak sebesar dulu.
"Tapi saya juga bingung kenapa kok tiba banyak orang yang mau masuk Tentara Nasional Indonesia? Mungkin karena gajinya kecil, mungkin ini jadi perhatian kita bersama," katanya. (Faj/J-2)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin didorong untuk fokus pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan nasional.
Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait wacana perombakan direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai sorotan.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Bagi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsoedin, menginjakkan kaki kembali di Sarajevo membawa perasaan nostalgia yang mendalam.
Selain melakukan pertemuan bilateral, Sjafrie beserta jajaran juga meninjau langsung fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN.
"Pertemuan nanti diharapkan lancar dan konstruktif, serta mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki,"
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin didorong untuk fokus pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan nasional.
Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait wacana perombakan direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai sorotan.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Bagi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsoedin, menginjakkan kaki kembali di Sarajevo membawa perasaan nostalgia yang mendalam.
Apa yang sebenarnya disasar Sjafrie? Pesan apa yang hendak dia sampaikan? Lalu, siapa yang tersengat oleh aksinya itu?
PENGAMAT aviasi senior Gerry Soejatman mempertanyakan keterangan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut Bandara Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP di Morowali ilegal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved