Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH Anda setiap 5 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Armada Republik Indonesia. Hari istimewa ini menjadi momentum merefleksikan kontribusi TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga kedaulatan maritim negara.
Pada tahun ini, kabar membanggakan datang dari laporan World Directory of Modern Military Warships (WDMMW). Laporan itu menempatkan TNI AL di peringkat keempat dunia, mengungguli Korea Selatan dan Jepang. Capaian ini menjadi bukti nyata kemajuan kekuatan armada Indonesia dalam menjaga perairan Nusantara.
Penilaian itu berdasarkan True Value Rating (TvR), sebuah metode penilaian yang mengukur kekuatan militer berdasarkan modernisasi, dukungan logistik, serta kemampuan pertahanan dan serangan. Dengan skor TvR sebesar 137,3, TNI AL berada di atas Korea Selatan dan Jepang, yang masing-masing memiliki skor lebih rendah.
Di peringkat pertama dan kedua, Angkatan Laut Amerika Serikat dan Tiongkok masih memimpin dengan nilai TvR yang jauh lebih tinggi.
Tahun 2024, TNI AL memiliki total 243 unit kapal tempur yang terdiri dari:
Keberagaman armada ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di lautan. Tantangan mulai dari pelanggaran wilayah hingga ancaman geopolitik yang semakin kompleks.
Kesuksesan ini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menggenjot modernisasi alutsista (alat utama sistem senjata). Program pengadaan kapal-kapal baru dengan teknologi mutakhir menjadi prioritas utama demi meningkatkan efektivitas operasional.
Selain itu, TNI AL fokus pada pelatihan intensif prajuritnya, memastikan kemampuan tempur dan navigasi terbaik.
Pelatihan ini tidak hanya mencakup taktik perang laut tetapi juga keterampilan diplomasi, sejalan dengan peran TNI AL dalam kerja sama internasional. Melalui latihan bersama dan misi perdamaian, TNI AL turut memperkuat stabilitas keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara.
Hari Armada Republik Indonesia tahun ini sekaligus momen istimewa untuk merayakan capaian besar TNI AL di kancah internasional. Dengan posisi keempat dunia, Indonesia menunjukkan diri sebagai negara maritim yang tidak hanya memiliki potensi tetapi juga kekuatan yang diakui secara global.
Mari kita jadikan Hari Armada sebagai pengingat bahwa lautan bukan sekadar batas wilayah, tetapi juga aset bangsa yang harus dijaga. Selamat Hari Armada Republik Indonesia, TNI AL! Teruslah berlayar menjaga samudera dan mengukir prestasi. (CNN/Goodstats/World Directory of Modern Military Warships/Z-3)
Komando Armada (Koarmada) TNI AL menurunkan sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk membantu pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam.
TNI AL menerjunkan prajurit Marinir ke masyarakat yang terdampak dari bencana tersebut kemudian untuk menghilangkan rasa trauma (trauma healing) mereka.
TNI AL mengerahkan lima KRI dengan tim medis, logistik, penyelamat, dan lima helikopter untuk mendukung operasi pencarian.
TNI Angkatan Laut segera mengerahkan sejumlah unsur dan pasukan untuk membantu penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kapal tersebut diketahui tidak menyalakan AIS (Automatic Identification System) dan melintas di luar jalur navigasi yang semestinya, tepatnya di perairan Pulau Laut, Natuna.
TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan dua kapal pengangkut nikel yang terindikasi melakukan pelanggaran di Perairan Mandiodo, Konawe Utara. Tujuan kapal itu PT.IMIP Morowali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved