Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PDI Perjuangan (PDIP) merespons soal para calon menteri dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto. Juru bicara PDI Perjuangan Chico Hakim mengatakan para menteri yang dipilih seharusnya menjadi cerminan bagaimana arah pemerintahan Prabowo-Gibran, setidaknya dalam lima tahun ke depan.
"Terkait dengan susunan menteri, PDIP berpendapat bahwa seharusnya susunan menteri mencerminkan bagaimana kebijakan pemimpin di dalam melihat persoalan dan arah bagi masa depan," kata Chico melalui keterangannya, Selasa (15/10).
Chico menilai salah satu menteri era Presiden Joko Widodo yang berpeluang kembali menjabat di era Presiden terpilih Prabowo ialah Sri Mulyani. Ia mengatakan dipilihnya Sri Mulyani untuk menjabat Menteri Keuangan RI sebagai langkah hati-hati dari Prabowo dalam melihat kondisi perekonomian nasional.
Baca juga : PDIP Dikabarkan Masuk Kabinet, Puan: Insyaallah
"Setidaknya adanya Sri Mulyani dalam jajaran kabinet, prinsip kehati-hatian dalam kebijakan fiskal lebih terjaga di tengah lesunya perekonomian nasional dan beban utang luar negeri yang begitu besar," katanya.
Lebih lanjut, Chico mengatakan partainya belum menentukan arah apakah bergabung ke Pemerintahan Prabowo atau tidak. Ia mengatakan nantinya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan memutuskan dalam waktu dekat.
"Bahwa keputusan strategis apakah berada dalam pemerintahan ke depan atau berada diluar dan menjadi penyeimbang merupakan kewenangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri," katanya. (Z-9)
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjalani retret di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang
Soal konsistensi. Salah satunya jargon efisiensi dari Pemerintah. Namun, pada saat yang sama, kabinet makin gemuk.
Para pembantu baru Prabowo diberikan waktu maksimal dua bulan setelah dilantik untuk menyerahkan LHKPN. Itu, lanjutnya, mengacu pada Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2024.
PENGAMAT politik Citra Institute Efriza menilai pernyataan Presiden Prabowo yang disebut hanya memilih pembantu yang berkeringat bersamanya di Pilpres 2024 sekaligus bantahan isu reshuffle
Kabinet wajib dapat menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat. Jika dinilai kurang memuaskan, ia menspekulasi reshuffle kabinet bisa terjadi.
Kabinet Prabowo sudah bekerja selama kurang lebih 20 hari setelah dilantik sejak 20 Oktober 2024.
Budiman menepis akan ditempatkan di bagian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dia menekankan hanya ditugaskan menangani daerah yang mengalami ketimpangan.
DPR RI pun bakal menyesuaikan jumlah komisi-komisi dengan jumlah kementerian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved