Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
REVISI Undang-Undang Tentara Negara Indonesia (RUU TNI) dinilai berpotensi akan menghidupkan kembali dwifungsi ABRI di zaman ini. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menampik anggapan tersebut. Dia mengatakan orang yang masih mengaitkan RUU TNI dengan munculnya kembali dwifungsi seperti zaman orde baru berarti masih terjebak di masa lalu.
“Kalau menurut saya ada orang nyangkut ke zaman dulu lagi. Sejarah adalah tempat pembelajaran. Tapi, mari berpikir saat ini, ke depan, baru belajar dari sejarah. Jadi kalau dibilang kita orang yang berpotensi bisa menjabat di suatu tempat, ya, memang kan ada seleksinya berdasarkan kemampuan,” kata Maruli di Markas Besar TNI-AD, Jakarta, Selasa (16/7).
Menurut dia, poin terkait keterlibatan tentara di beberapa lembaga atau kementerian seperti yang diusulkan dalam RUU TNI itu hanya sekadar untuk membantu bidang-bidang yang memang membutuhkan peran tentara di dalamnya. Maruli juga menyampaikan banyak TNI yang memiliki latar belakang pendidikan yang berkompeten apabila negara membutuhkan perannya di instansi tertentu.
Baca juga : UU ASN Baru Jauhkan Semangat Reformasi TNI-Polri
“Banyak yang bilang apa hubungannya tentara dengan kementerian ini? Kan kami juga punya dasar pendidikan lain. Saya punya background pendidikan ekonomi development. Saya sudah praktikan di dunia militer. Sudah membuat konsep bagaimana membuka lahan, bagaimana sistem pengairan di daerah-daerah. Itu kami lakukan, karena saya punya background,” ucap dia.
Dia juga mengatakan sayang rasanya apabila ada keahlian dan kemampuan dari anggota TNI yang seharusnya bisa dikaryakan tetapi malah dibatasi.
“Kita punya kemampuan kan sayang. Teman-teman saya di tentara ini sudah tour of duty, tour of area mengerti yang di ujung-ujung (wilayah Indonesia). Sekarang berapa persen orang yang mengerti Sabang sampai Merauke? Banyaknya kan di tentara. Kalau ada pembangunan di daerah mana, kami banyak yang lebih mengerti. Kan sayang. Bukan berarti kami harus tentara perang terus,” jelas dia.
Maruli berharap masyarakat tidak lagi berpikir bahwa revisi aturan tentang TNI terus menerus dikaitkan dengan munculnya kembali era orde baru melalui peran-peran tentara di semua sektor pemerintahan.
“Kalau tanya pendapat saya, ya itu pendapat saya. Bukan kita mau bikin orde baru lagi. Kok mikirnya ke situ terus. Orang-orang yang berpikir seperti ini, maaf ya, jangan berpikir masa lalu lah. Tantangan sekarang bagaimana ke depan, belajar dari masa lalu boleh. Tetapi generasi sekarang ini sejarah aja dia tahunya. Mau menguasai kementerian segala macam. Ini ada orang yang punya potensi, sayang,” pungkasnya. (Dis/Z-7)
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
Jenderal Maruli Simanjuntak mengecam keras sabotase terhadap jembatan Bailey yang dipasang di wilayah terdampak bencana. Ia menilai tindakan pencopotan baut jembatan tak berprikemanusiaan
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan sabotase terhadap pembangunan jembatan bailey.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan telah memesan sekitar 100 jembatan bailey dari luar negeri untuk mempercepat pemulihan akses di wilayah terdampak bencana.
Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa harus berkompromi dengan sensitivitas institusional maupun latar belakang korban.
RATUSAN prajurit TNI di bawah komando Kodam XXIV/Mandala Trikora Papua Selatan dipastikan tetap bersiaga di pos masing-masing dan memilih tidak mudik pada Idulfitri 1447 Hijriah.
KASUS penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus didesak agar dibawa ke peradilan militer karena melibatkan anggota TNI sebagai pelaku.
PUSAT Bantuan Hukum Asosiasi Advokat Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk tim pencari fakta kasus penyiram air keras Akivis Kontras, Andrie Yunus
kasus dugaan penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus dan keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas sistem peradilan militer di mata publik.
Margarito menekankan bahwa dalam negara hukum demokratis, aspek utama yang harus dijunjung adalah profesionalisme aparat penegak hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved