Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi,Hasan Nasbi merespons positif pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait kereta cepat dan keamanan negara. Menurut Nasbi, Prabowo ingin TNI-Polri agar menjalankan peran dan fungsi mereka dalam pembangunan.
“Jika komponen lain melaksanakan tugas membangun infrastruktur, membangun ekonomi, dan mencerdaskan bangsa, maka TNI-Polri berperan dalam melindungi bangsa, menjaga keamanan, termasuk menjaga hasil-hasil pembangunan,” tutur Nasbi dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Minggu (14/7).
Oleh sebab itu Nasbi menilai Prabowo tidak ingin sektor pertahanan negara terabaikan di tengah masifnya pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
Baca juga : PKS: Pemerintah Harus Evaluasi Pembangunan IKN
“Beliau justru sedang memberikan perintah kepada TNI-Polri untuk mengabdi menjalankan peran mereka, yaitu menjaga keamanan dan keutuhan negara, agar hasil-hasil pembangunan tidak sia-sia,” ungkapnya.
Nasbi menilai, Prabowo memang selalu fokus terkait keamanan yang dinilai penting untuk menjaga kedaulatan Tanah Air. Begitu juga sebaliknya, semua hasil-hasil pembangunan yang sudah ada tidak akan maksimal manfaatnya jika keamanan dan keutuhan negara tidak terus dijaga.
“Sebab pembangunan dan keamanan itu beriringan,” ungkapnya.
Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka disampaikan Nasbi akan fokus pada keberlanjutan. Dalam berbagai pidato, Prabowo Subianto sangat menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan, bukan membelokkan arah pembangunan.
“Makanya beliau mengajak kita untuk berterima kasih kepada seluruh Presiden yang pernah memimpin. Sebab pencapaian Indonesia saat ini adalah hasil dari kerja keras dan jasa presiden-presiden sebelumnya,” ungkapnya. (Z-8)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved