Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha menduga aktor dari kasus korupsi tata niaga timah tidak hanya dari kalangan pengusaha atau swasta saja. Egi mendesak agar Kejaksaan Agung (Kejagung) turut menelusuri dan memeriksa potensi keterlibatan beberapa aktor eksekutif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) serta beberapa aparat penegak hukum lainnya dalam kasus tersebut.
Sebab, kasus korupsi besar yang diperkirakan merugikan negara Rp 271 triliun itu, kata Egi, pasti melibatkan banyak pihak dari berbagai instansi dan lembaga.
“Karena cukup mengherankan ketika kasus korupsi timah yang sampai Rp 271 triliun, tetapi tersangkanya hanya aktor swasta. Sementara dari kasus korupsi sumber daya alam, itu tidak hanya melibatkan aktor tunggal, swasta saja misalnya, atau aktor eksekutif saja. Biasanya aktornya bisa lebih dari satu pihak,” kata Egi kepada Media Indonesia, Selasa (2/4).
Baca juga : Pukat UGM: Korupsi PT Timah Pertontonkan Persekongkolan Perusahaan Negara dan Pengusaha Korup
Pada dasarnya, pemerintah memiliki wewenang dan peran untuk mengawasi perizinan tambang. Karena itu, Egi menduga kuat bahwa ada aktor dari eksekutif dan aparat penegak hukum yang juga terlibat dalam kasus korupsi timah tersebut.
“Dalam hal ini salah satunya Kementerian ESDM. Kementerian itu punya peran. Ketika ada korupsi yang terjadi, artinya ESDM lalai di sini dalam menegakkan atau menjalankan tugasnya,” ujar Egi.
Egi juga mengingatkan negara tidak hanya mengalami kerugian secara ekonomi akibat korupsi tersebut. Tetapi juga ada kerugian dari kerusakan alam dan kerugian ekologis yang dampaknya jauh lebih besar dan jangka panjang bagi bangsa Indonesia.
“Kalau secara jumlah, kita harus melihat dulu, itu jumlah muncul dari hasil perhitungan hasil kerugian negara yang berasal dari kerusakan lingkungan, kerugian ekologis dan sebagainya. Tapi yang jelas menurut saya aktornya tidak tunggal, tidak hanya dari swasta. Bisa aktor lain, entah itu pemerintah, aparat penegak hukum, atau yang lain juga. Kita tidak tahu sampai sekarang. Itu Kejaksaan seharusnya lebih progresif untuk mengembangkan kasus yang ada sampai saat ini,” pungkasnya.
(Z-9)
Langkah penjajakan investasi tersebut dianggap amat penting, karena Indonesia disebut berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia.
PT Timah Tbk resmi mengumumkan peluang kerja sama kemitraan tambang yang terbuka bagi para mitra potensial khusunya penambangan di laut dengan Kapal Isap Produksi.
DALAM upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Dalam upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Pemerintah melalui Kejaksaan Agung baru-baru ini menyerahkan sejumlah aset rampasan negara senilai sekitar Rp6-7 triliun, termasuk enam smelter timah
KPK merasa puas dengan keputusan hakim memberikan pidana denda dan pengganti kepada Antonius, yang dinilai sesuai dengan harapan jaksa.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved