Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi internal.
Melalui kegiatan bertajuk ‘What’s Up’, Kemenkumham berupaya mengoptimalkan peran praktisi kehumasan di kementeriannya, guna menyikapi tantangan komunikasi di era digital saat ini.
Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham, Hantor Situmorang menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya membekali praktisi kehumasan dengan keterampilan baru, tetapi juga mengajak mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca juga : Sekjen Kemenkumham Ingatkan Pentingnya Peran Kehumasan
"Di era digital ini, para pranata humas memerlukan pemahaman dan keterampilan kehumasan yang memadai. Agar proses komunikasi publik bisa berjalan searah dengan kebutuhan, juga ekspektasi publik yang kian berkembang," ujar Hantor melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (1/3).
Dijelaskan, kegiatan tersebut juga menawarkan cara mengelola hubungan dengan media, membangun branding, serta bagaimana menghadapi situasi krisis. Khususnya di era digital yang menuntut kita untuk selalu belajar dan mengikuti perubahan.
“Kehadiran teknologi informasi dan media digital, jika melalui pemahaman dan juga penerapan strategi yang tepat, akan menjadi instrumen yang ampuh dalam penciptaan dan pengelolaan reputasi organisasi yang positif,” ujarnya.
‘What’s Up’ yang merupakan akronim dari ‘Waktunya Humas Meet Up’ merupakan kegiatan koordinasi dan penguatan kehumasan Kemenkumham yang melibatkan pranata humas dan pemangku kehumasan unit utama maupun kantor wilayah.
Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari, sejak Selasa 27 Februari hingga Jumat 1 Maret 2024. Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara seperti Hermawan Kartajaya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Widiarsi Agustina, serta sejumlah praktisi kehumasan perusahaan global dan Tanah Air. (Z-8)
 Grok AI, dengan akses data real-time ke platform X, menawarkan solusi yang tidak dimiliki AI lain. Berikut adalah panduan singkat cara memaksimalkan Grok untuk humas dan konten kreator.
Pemerintah dituntut tidak hanya berbicara kepada publik, tetapi juga mendengarkan dan berinteraksi secara efektif, transparan, dan berbasis data.
Monitoring isu berarti membuka mata dan telinga kita untuk sebenar-benarnya melihat dan mendengar.
Forum Pemred Indonesia ingin mengajak publik lebih luas, khususnya FH BUMN, untuk mengonsumsi informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance meraih penghargaan Best Public Relation pada ajang Indonesia Public Relations Award 2025.
Isu yang tidak dikelola dan tidak ditangani dengan cepat bisa berubah menjadi krisis, dan ini tentu akan mengancam instansi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved