Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu panelis debat capres 2024, Wawan Mas'udi merupakan Wakil Dekan Akademik Fisipol UGM dan alumni S1 dari Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM tahun 2000.
Dikenal dengan sosok yang ramah dan kritis Wawan sapaan akrabnya ditunjuk sebagai panelis debat capres 2024.
Setelah lulus dengan gelar sarjana ia melanjutkan pendidikan Master di Department of Political Science and Management, Study Welfare State, Agder University College, Norway pada tahun 2006.
Baca juga : Ganjar Sebut Prabowo Tak Tegas Jawab Isu Pelanggaran HAM
Setelah lulus S2, Wawan kembali melanjutkan pendidikan dengan mengambil gelar PhD di Asia Institute, Faculty of Arts at the University of Melbourne, Australia pada tahun 2016.
Kini Wawan menjabat sebagai Wakil Dekan Akademik Fisipol UGM dan juga dosen yang mengajar pada tingkat S1 dan S3.
Baca juga : Profil Susi Dwi Harijanti, Panelis Debat Perdana Capres-Cawapres 2024
Mata kuliah yang diampu oleh Wawan pada jenjang S1 meliputi, Partai Politik dan Kebijakan Politik, Perubahan Politik, dan Politik Ekstra Parlementer. Sedangkan untuk jenjang S3, Wawan mengajar pada mata kuliah Teori Politik.
Tak hanya dikenal sebagai dekan dan dosen, Wawan juga terkenal sebagai pakar Kebijakan Publik, Sistem, dan Institusi-Institusi Pemerintahan, juga pakar Welfarisme (konsep negara kesejahteraan).
Selama berkuliah dan menjabat Wawan telah menerbitkan banyak jurnal dan buku, salah satu jurnal terbarunya adalah Jurnal Contemporary Southeast Asia yang berjudul "Programmatic Politics and Voter Preferences: The 2017 Election in Kulon Progo, Yogyakarta" pada Volume 39, No 3, 2017, yang digarap bersama dengan Nanang Indra Kurniawan.
Selain itu, bersama Cornelis Lay, Wawan juga memiliki kontribusi sebagai penyunting pada buku politik berjudul "Rezim Kesejahteraan yang Diperebutkan di Indonesia", yang diterbitkan oleh Yayasan Obor, Jakarta.
Wawan juga diketahui menulis sebuah disertasi dengan judul Local Populism in Decentralized Indonesia: Case Study of Jokowi in Solo 2005-2012.
Demikian profil Dekan Fisipol UGM Wawan Mas'udi yang dipilih KPU sebagai panelis debat capres 2024. (Z-4)
Lima guru besar akan menjadi panelis dalam debat calon wali kota dan wakil wali kota Semarang yang digelar Jumat (1/11) malam.
Debat Pilkada Jakarta 2024 akan berbeda dari debat capres-cawapres, karena masing-masing pasangan calon, yaitu cagub dan cawagub, akan hadir secara lengkap
Salah satu nama panelis yang diumumkan adalah guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Aminuddin Syam.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan nama-nama panelis debat terakhir calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) Ahmad Bahrudin menjadi salah satu panelis dari 12 panelis yang dipilih KPU untuk debat capres.
Paschalis Maria Laksono, seorang tokoh terkemuka dalam bidang Antropologi akan menjadi salah satu panelis yang memberikan pertanyaan kritis kepada para calon.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved