Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI BUMN Erick Thohir dinilai memiliki peluang besar menjadi cawapres. Salah satu alasannya adalah kuatnya dukungan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Pengamat Politik Pusat Data Riset (Pusdari), Nana Saehuna menyebut status sebagai Anggota Kehormatan Banser merupakan modal kuat untuk Erick Thohir. Menurutnya, jabatan tersebut memiliki daya elektoral bagi Erick Thohir.
“Erick Thohir memiliki basis NU. Keanggotaan Erick Thohir dalam Banser menjadi modal kuat,” kata Nana dalam keterangannya, Senin (9/10).
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Mampu Menyelesaikan Korupsi di BUMN dengan Tuntas
Kuatnya basis massa Erick Thohir terlihat dari Survei Indikator Politik Indonesia periode 25 Agustus - 3 September yang menunjukkan dukungan warga NU cukup besar. Dukungan warga NU untuk Erick Thohir sebagai cawapres mencapai angka 15,6 persen.
Dukungan yang diperoleh Erick Thohir tersebut justru mengungguli nama-nama lain yang dekat dan terafiliasi dengan NU. Mulai dari Menkopolhukam Mahfud MD, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Langkah Bersih-bersih BUMN Diyakini Bikin Pejabat Jera Korupsi
Selain daya elektoral di kalangan NU, Erick Thohir juga memiliki kemampuan untuk menarik dukungan dari pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu tak terlepas dari adanya kedekatan antara Jokowi dan Erick Thohir yang sudah terbangun lama.
“Erick Tohir memiliki kemampuan untuk mengambil suara pemilih Jokowi,” pungkas Nana. (Z-7)
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved