Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa masuk dalam kandidat pencalonan pendamping bakal calon presiden PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Bahkan masuknya nama Andika disebut dapat membuat kontestasi jauh lebih menarik.
Wacana duet Ganjar Pranowo dengan Andika Perkasa ternyata menarik pakar psikologi Henni Rahmi memberikan pandangan dari aspek keilmuannya. Bagi dirinya, meski pasangan tersebut dirasa cocok, cocok bukan berarti sama.
“Tetapi menyatukan 2 karakter kepribadian yang berbeda untuk mencapai tujuan keberhasilan bersama. Keduanya memiliki dukungan politik dan masyarakat yang sangat kuat. Pada dasarnya, keduanya mampu memenangkan kepercayaan rakyat,” ungkap Henni Rahmi, Psikolog RS Muhammadiyah melalui keterangan tertulisnya (21/9).
Baca juga: Adu Gagasan Capres Jadi Bagian dari Pendidikan Politik
Lebih lanjut menelisik kepribadian Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa dari sudut pandang keilmuannya, Henni berpendapat dua karakter kepribadian yang berbeda tersebut dapat menciptakan sebuah harmonisasi yang indah. Khususnya dalam sebuah kolaborasi kepemimpinan.
Sebagai contoh Ganjar Pranowo yang ramah dan mudah bergaul, akan sangat serasi dengan Andika Perkasa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Kedua hal ini jika dipadupadankan menurutnya mampu mengayomi dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Baca juga: Andika Perkasa Kagumi Kepemimpinan Prabowo sejak di Kopassus
“Karakter Ganjar Pranowo itu sanguinis, dan Andika Perkasa itu korelis. Keduanya dengan karakter berbeda namun sama-sama mampu mengayomi dan menjadi teladan bagi masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menganggap masuknya nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa sebagai calon pendamping bakal capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menarik.
Yunarto menyebut Andika bisa memanfaatkan kekuatannya sebagai seorang jenderal untuk mendampingi Ganjar dalam menghadapi bakal capres lain, yakni Prabowo Subianto, yang juga merupakan pensiunan jenderal. (Z-7)
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved