Rabu 07 Desember 2022, 09:58 WIB

Rachmat Gobel: Lindungi Kepulauan Widi dan Jaga Kedaulatan Negara

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Rachmat Gobel: Lindungi Kepulauan Widi dan Jaga Kedaulatan Negara

Ist/DPR
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel.

 

WAKIL Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, meminta pemerintah Indonesia agar bisa menjaga kedaulatan Indonesia dan tegaknya hukum, termasuk dalam pemanfaatan Kepulauan Widi, Halmahera Selatan, di Maluku Utara.

“Kita harus memajukan ekonomi, mendatangkan investasi, namun kedaulatan dan tegaknya hukum harus tetap menjadi patokannya,” katanya, Selasa (6/12).

Hal itu dikemukakan Rachmat Gobel menanggapi pengumuman lelang Kepulauan Widi di situs lelang asing Sotheby’s Concierge Auctions yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Pengumuman lelang itu menggunakan beberapa bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Tiongkok, dan Arab.

Hal ini kemudian menjadi berita di situs-situs berita dunia. Lelang akan dilakukan pada 8-14 Desember 2022.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa di Indonesia kepemilikan pulau dilarang, namun boleh menjual saham usaha dengan hak pengembangannya.

PT Leadership Islands Indonesia (LII) adalah pihak yang melakukan penawaran lelang tersebut.

Kabarnya PT LII telah memiliki izin dari pemerintah daerah. Sotheby menulis, Kepulauan Widi memiliki 315 ribu hektare kawasan konservasi laut dan 10 ribu hektare hutan, mangrove, danau, dan laguna.

Terdapat lebih dari 100 pulau tak berpenghuni dan 150 km panjang pantai pasir putih. Terdapat atol, laut dalam, dan binatang-binatang unik, termasuk ikan paus biru dan ikan hiu paus.

Situs Sotheby menampilkan gambar-gambar dan video Kepulauan Widi yang sangat indah dikitari pasir putih jernih dan laut biru mengelilinginya.

Menanggapi soal lelang pulau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyatakan, “Sebanyak 83 pulau-pulau kecil di Kepulauan Widi hampir seluruhnya merupakan kawasan hutan lindung dan perairannya masuk kawasan konservasi.”

Baca juga: Bantah Kepulauan Widi Malut Dilelang, PT LII: Cari Investor

Hal itu disampaikan Wahyu Muryadi, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Lebih lanjut, katanya, PT LII belum memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), yang merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“PKKPRL merupakan persyaratan yang wajib dipenuhi,” katanya.

“Kepulauan Widi tidak boleh dimiliki oleh orang asing dan tidak boleh diperjualbelikan. Hanya dapat diberikan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan. Jadi prinsipnya hanya pemanfaatan saja dan itu pun dilaksanakan secara ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Wahyu.

Rachmat Gobel mendukung penuh sikap Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut.  “Sikap tegas dan jelas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini sangat penting dan harus kita dukung,” katanya.

Namun ia menegaskan pemerintah harus mengusut secara mendalam tentang hal ini agar publik luas mendapat keterangan yang benar dan tepat serta pelaku usaha pun mendapat kepastian hukum.

Menurutnya, Indonesia sangat kaya dengan sumberdaya alam seperti tambang mineral, flora dan fauna, maupun panoramanya.

“Investasi tidak boleh membuat alam Indonesia rusak, rakyat kehilangan akses, negara kehilangan kedaulatan, serta juga investasi harus memberikan keuntungan terbaik bagi negara dan masyarakat. Jangan karena atas nama investasi lalu bisa melakukan segalanya,” katanya.

Gobel mengatakan, investasi harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menyejahterakan masyarakat.

“Jadi yang utama adalah aspek masyarakatnya. Investasi asing itu bukan segalanya. Investasi asing hanya pelengkap dari investasi dalam negeri,” katanya.

Lebih lanjut Gobel menyatakan, “Tanggung jawab suatu generasi bukan hanya pada orang segenerasinya, tapi juga kepada seluruh anak cucunya di masa depan."

:Jadi harus berpikir jauh ke depan. Jangan sampai keturunan kita akan mengutuk kita karena membuat kebijakan yang tidak berwawasan lingkungan dan tidak berwawasan ke depan,” tutur Gobel. (RO/OL-09)
 

Baca Juga

dok.mi

Pakar Hukum: Sah-sah Saja Jaksa Tuntut Eliezeer 12 Tahun

👤Selamat Saragih 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:27 WIB
PAKAR hukum pidana, Prof Hibnu Nugroho, mengatakan, sah-sah saja jika ada pandangan lain soal "justice collaborator" dari JPU...
AFP

Presiden: Tidak hanya Bebas, Pers juga Harus Bertanggung Jawab

👤Abdhika Prasetyo 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:15 WIB
Presiden Joko Wododo mengamanatkan Dewan Pers untuk menyosialisasikan kepada seluruh media di Indonesia akan pentingnya kerja jurnalistik...
ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Memasuki Abad Kedua, NU Perkuat Diri Bangun Peradaban

👤Henri Salomo Siagian 🕔Senin 06 Februari 2023, 21:52 WIB
NU diharapkan lebih kuat dan kokoh untuk meneruskan yang telah diwariskan para pendiri, kiai, ulama, maupun ketua umum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya