Kamis 03 November 2022, 19:34 WIB

KPK Dinilai Istimewakan Lukas Enembe

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
KPK Dinilai Istimewakan Lukas Enembe

MI/Marcel Kelen
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) dan Guburnur Papua Lukas Enembe

 

PENELITI Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengistimewakan perkara dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe. Sebab, Firli Bahuri selaku Ketua KPK sampai harus turun tangan menemui Lukas.

"Ini menimbulkan kesan ada satu hal yang istimewa atas kasus Lukas Enembe. Seakan-akan hanya kasus ini yang krusial di KPK," kata Zaenur kepada Media Indonesia, Kamis (3/11).

Padahal, lanjutnya, saat KPK menetapkan Lukas sebagai tersangka, KPK sudah bisa langsung melakukan penangkapan. Jika ada resistensi dari masyarakat, Zaenur menyebut KPK bisa mengomunikasikan hal tersebut ke tokoh adat maupun tokoh agama setempat.

Lebih lanjut, ia menilai kehadiran Firli ke Papua tidak mendesak. Bahkan, Zaenur menyebut ada potensi permasalahan hukum dari pertemuan tersebut. Sebab, ada larangan bagi pimpinan KPK untuk menemui pihak yang berperkara. Hal itu diatur dalam Undang-Undang KPK baru.

"Yang lebih tepat menemui Lukas Enembe adalah penyidik KPK, bukan pimpinan KPK," ujar Zaenur.

"Kalau dulu, itu masih bisa dibenarkan karena pimpinan KPK juga sekaligus penyidik dan penuntut umum," tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, kehadiran Firli menjadi bukti keseriusan penanganan perkara. Ali mengatakan kehadiran Firli dalam rangka menjalankan tugas KPK di bidang penindakan. Kehadiran Firli di Papua mengacu pada Pasal 113 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Namun dengan tetap mempertimbangkan faktor sosial budaya, keamanan, asas praduga tidak bersalah serta menjunjung tinggi hak asasi manusia," ujar Ali.

Firli juga tidak hadir sendiri dalam pemeriksaan itu. Dia bersama rombongan tim medis menyambangi rumah Lukas untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan keahlian masing-masing orang yang hadir.

"Diikutkan pula dalam kegiatan tersebut tim dokter KPK dan dokter independen dar IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk memeriksa kondisi kesehatan tersangka (Lukas)," pungkas Ali. (MGN/OL-8)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Ini Anggaran yang Disiapkan KPU untuk Pasukan Jagat Saksana

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:54 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno menerangkan seluruh anggaran dari sisi sarana-prasarana, seperti motor hingga...
MI/RAMDANI

Tokoh Pendidikan dan Lintas Agama Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres 2024

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:23 WIB
Tokoh pendidikan Indra Charismiadji selaku juru bicara Laskar Aman menuturkan, relawan ini merupakan organik dan bukan...
ANTARA

Erick Thohir Didukung Berbagai Segmen Masyarakat Untuk Jadi Cawapres

👤Widhoroso 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:46 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir memiliki pendukungan di berbagai segmen masyarakat untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya