Rabu 02 November 2022, 19:08 WIB

Orde Kolaborasi Dibutuhkan Daripada Kompetisi Saling Menjatuhkan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Orde Kolaborasi Dibutuhkan Daripada Kompetisi Saling Menjatuhkan

Ist
Seminar Nasional “Orde Kolaborasi: Gagasan dan Realisasinya” yang diselenggarakan oleh Forum 2045 di UGM, Yogyakarta.

 

SEMINAR Nasional “Orde Kolaborasi: Gagasan dan Realisasinya” yang diselenggarakan Forum 2045 di UGM, Yogyakarta, Senin (31/10) lalu mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. 

Sejumlah guru besar, politisi dan aktivis sosial berkomitmen untuk berkontribusi dalam penulisan buku bunga rampai tentang ‘Orde Kolaborasi’, sebuah paradigma baru bagi pemerintah dan masyarakat dalam membangun bangsa di tengah situasi pembelahan politik yang tajam dalam beberapa tahun terakhir ini.

Selain kalangan akademisi, politisi dan aktivis, publik juga diharapkan ikut menyumbangkan gagasannya. Naskah tulisan tentang hal tersebut harus dikirimkan kepada Forum 2045 atau melalui email syam.cinde@gmail.com paling lambat tanggal 30 November mendatang.

“Kami membuka sumbangsih pemikiran dari berbagai pihak untuk memperkuat gagasan mengenai ‘Orde Kolaborasi’ dari segi konseptual, strategi, hingga operasional. Naskah yang terkumpul akan diseleksi dan dibukukan, untuk kemudian didiseminasikan ke publik serta kalangan pengambil kebijakan,” ujar Ketua Forum 2045, Dr. Untoro Hariadi, Rabu (2/11/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Ini Harapan JK untuk Forum R20 buat Perdamaian Dunia

Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi merupakan upaya penting yang saat ini jauh lebih dibutuhkan ketimbang kompetisi yang saling menjatuhkan. 

“Dalam konteks politik hari ini, kolaborasi adalah kemauan setiap pihak untuk untuk membuka diri dan bekerja sama,” jelasnya.

Menurut Willy, kolaborasi merupakan cara untuk berlatih (exercise) guna mewujudkan kebaikan bersama. Kolaborasi juga dapat diarahkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yang selama ini lebih banyak diperlakukan sebagai teks ketimbang praktek hidup bersama.

”Kontestasi politik telah melahirkan residu berupa polarisasi, perselisihan, kebencian dan konflik. Banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan untuk merehabilitasi dan mereintegrasi masyarakat kita," jelasnya.

"Kewajiban kita sebagai pencetus ’Orde Kolaborasi’ lebih besar untuk melaksanakan berbagai pekerjaan rumah itu,” tegas Willy.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut menjelaskan bahwa jalinan kolaborasi seluruh elemen bangsa harus mampu memberikan dampak positif bagi penguatan institusi-institusi publik kita.

”Institusi yang kuat itu ibarat kayu jati yang tidak gampang digerogoti rayap-rayap yang ingin menghancurkan sendi-sendi demokrasi kita,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Ini Anggaran yang Disiapkan KPU untuk Pasukan Jagat Saksana

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:54 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno menerangkan seluruh anggaran dari sisi sarana-prasarana, seperti motor hingga...
MI/RAMDANI

Tokoh Pendidikan dan Lintas Agama Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres 2024

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:23 WIB
Tokoh pendidikan Indra Charismiadji selaku juru bicara Laskar Aman menuturkan, relawan ini merupakan organik dan bukan...
ANTARA

Erick Thohir Didukung Berbagai Segmen Masyarakat Untuk Jadi Cawapres

👤Widhoroso 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:46 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir memiliki pendukungan di berbagai segmen masyarakat untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya