Jumat 28 Oktober 2022, 21:36 WIB

Siti Elina Lukai diri dan Berteriak, Polri: Kejiwaannya Bakal Diperiksa

Khoerun Nadif Rahmat | Politik dan Hukum
Siti Elina Lukai diri dan Berteriak, Polri: Kejiwaannya Bakal Diperiksa

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Barang bukti kasus perempuan penodong pistol ke personel Paspampres, di Polda Metro Jaya, Jakarta.

 

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih terus mendalami insiden yang dilakukan oleh Siti Elina yang menorobos pengamanan Istana Negara dengan membawa pistol pada Selasa (25/10) lalu.

Kabag Banops Densus 88, Kembes Aswin Siregar menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendalam guna memastikan kondisi kejiwaan dari Siti.

"Ada (gelagat aneh), ya pertama dia cenderung diam tapi kalau diam saja tidak berbeda dengan tersangka lainnya, tapi cenderung ingin melukai diri gitu ya dan berteriak teriak," sebut Aswin saat dihubungi wartawan, Jumat (28/10).

Guna pemeriksaan tersebut, penyidik Densus 88 menyiapkan proses pemeriksaan dengan melibatkan ahli kejiwaan dari Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Jadi penyidik menyimpulkan untuk meminta bantuan ahli kejiwaan untuk memeriksa yang bersangkutan," kata Aswin.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menetapkan guru ngaji dari Siti Elina, JM sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana terorisme.

Baca juga: Densus 88 Ambil Alih Kasus Perempuan Todong Pistol ke Paspampres

"Iya JM juga sudah (tersangka). Dia kan status nya guru nya," kata Kabag Banops Densus 88, Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Jumat (28/10).

JM sendiri menjadi tersangka ketiga setelah Siti dan suaminya BU pada Rabu (26/10) lalu.

"Intinya sudah jadi tersangka semua," tegas Aswin.

"Sangkaan nya pasal 7 (UU Terorisme) itu permufakatan. Pasti akan dilihat lagi perkembangan pemeriksaan atau perkembangan penyidikannya karena saya kira masih mungkin ada perkembangan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Aswin mengatakan bahwa sampai saat ini untuk ketiga tersangka masih diperiksa oleh penyidik Densus 88 mengacu pada jangka waktu masa penangkapan.

"Iya, pakai undang-undang terorisme, masa penangkapan nya kan 14 hari," beber Aswin. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

KPU Umumkan Penyerahan Dukungan Bakal Calon DPD

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:53 WIB
KPU mempersilakan para bakal calon DPD untuk mengajukan surat permohonan aktivasi akun aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon)...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Dukungan Arus Bawah PAN ke Anies Tak Bisa Dibantah

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:22 WIB
Dia mengatakan banyak kader PAN yang sebenarnya mendukung Anies Baswedan. Sehingga, pasti ada pembelahan di tubuh PAN terkait perkara...
MI/BAYU ANGGORO

Hari Antikorupsi Sedunia di Bandung Dibiayai KPK

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:10 WIB
Hari Antikorupsi Sedunia yang dipusatkan di Jawa Barat, juga digelar di enam provinsi beserta kabupaten dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya