Senin 12 September 2022, 12:44 WIB

Sidang HAM Berat Paniai Digelar 21 September 2022

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Sidang HAM Berat Paniai Digelar 21 September 2022

MI/PANCA SYURKANI.
Belasan pengunjuk rasa dari Koalisi Peduli HAM Papua berunjuk rasa di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (15/12/2014).

 

PENGADILAN Hak Asasi Manusia (HAM) pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar akan menggelar sidang dugaan pelanggran HAM berat pada Peristiwa Paniai pada Rabu (21/9) mendatang. Jadwal ini ditetapkan setelah Kejaksaan Agung melalui Direktorat Pelanggaran HAM Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) melimpahkan perkara tersebut sejak pertengahan Juni 2022 lalu.

Juru bicara Makamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro mengatakan, sidang dengan terdakwa tunggal, yakni Mayor Inf (Purn) Isak Sattu itu rencananya dimulai pukul 09.00 WITA. Ketua Pengadilan HAM pada PN Makassar, lanjutnya, menetapkan Sutisna Sawati sebagai ketua majelis hakim.

Baca juga: Tanggapi Bjorka, Mahfud MD Akui Terjadi Kebocoran Data

"Dengan didampingi Abdul Rahman Karim, Siti Noor Laila, Robert Pasaribu, dan Sofi Rahma Dewi masing-masing sebagai hakim anggota," kata Andi melalui pesan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (12/9).

Sidang pelanggaran HAM Paniai yang terjadi di Papua pada 2014 itu baru bisa digelar setelah MA menyeleksi hakim ad hoc HAM dan hakim karier di lingkungan peradilan umum. Perekrutan itu diketahui baru dilakukan MA setelah Kejagung melimpahkan surat dakwaan Isak ke pengadilan pada Rabu (15/6).

Untuk pengadilan tingkat pertama, MA telah memilih empat hakim ad hoc, yakni Siti (mantan Komisioner Komnas HAM), Robert (analis hukum pada Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN), Sofi (akademisi), dan Anselmus Aldrin Rangga Masiku (advokat).

Meski meloloskan empat hakim ad hoc, Andi menjelaskan komposisi majelis hakim untuk pengadilan HAM berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM terdiri dari dua hakim karier dan tiga hakim ad hoc.

"Diharapkan semoga persidangannya nanti di Makassar berjalan lancar dan tertib," tandas Andi. 

Perisitwa Paniai yang terjadi pada 7-8 Desember 2014 telah mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 21 orang mengalami luka-luka. Saat perisitwa itu berlangsung, Isak menjabat sebagai perwira penghubung pada Komado Distrik Militer (Kodim) Paniai.  (OL-6)

Baca Juga

MI/Marcelinus Kelen

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 26 September 2022, 08:06 WIB
Ali berharap Lukas datang ke Jakarta untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Termasuk diperiksa oleh tim medis KPK jika Lukas sedang...
MI/RAMDANI

Jika tidak Percaya Lukas Enembe Sakit, KPK Didesak Jemput Paksa

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 26 September 2022, 08:01 WIB
Penjemputan paksa bisa membuktikan kebenaran alasan sakit Lukas. Lukas tidak perlu mengkhawatirkan kesehatannya karena KPK mempunyai tim...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Polri akan Sediakan Pengacara untuk Kuat Ma'ruf

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 26 September 2022, 07:55 WIB
Dedi mengatakan penyidik wajib menyediakan pengacara untuk Kuat Ma'ruf. Sebab, ancaman hukumannya penjara di atas lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya