Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUA pilot pesawat latih TNI Angkatan Laut (AL) jenis G-36 Bonanza T-2503 yang ditemukan dalam keadaan tewas setelah pesawat mereka mengalami kecelakaan, yakni Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila dipastikan akan naik pangkat. Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady menjadi Kapten Laut. Sedangkan Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila menerima kenaikan pangkat menjadi Lettu Laut.
“Dan almarhum keduanya mendapatkan kenaikan pangkat kaptennya baru turun naik satu tingkat,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Yudo Margono dalam konferensi pers di Mabes TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/9).
Menurut Kasal, jenazah dan pesawat ditemukan setelah TNI AL mengerahkan tujuh kapal perang Republik Indonesia (KRI), 1 pesawat udara (Pesud) CN235, 2 helikopter, 2 kapal armada laut (KAL), 2 Tim Kopaska, dan 2 tim penyelam untuk melaksanakan SAR. Saat ini kedua jenazah disemayamkan di Wisma Perwira Juanda (8/9). Selanjutnya mereka akan dimakankan Jumat (9/9) di Taman Makam Bahagia TNI AL, Sidoarjo, Jawa Timur.
Tim gabungan dipimpin langsung oleh Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II. Hasil sementara, kondisi pesud Bonanza T-2503 ditemukan dalam kondisi terbalik dan rusak berat.
Lebih lanjut, Kasal Yudo Margono mengatakan akan melakukan evaluasi supaya kejadian kecelakaan jatuhnya pesawat udara milik TNI AL tidak terulang di kemudian hari. Ia juga menambahkan proses pencarian pesawat dinyatakan sudah selesai per Kamis (8/9).
Sebagai informasi, pesawat udara jenis G-36 Bonanza T-2503 mengalami musibah kecelakaan jatuh saat melaksanakan Latihan Air Defence Exercise (ADEX) SIAGA ARMADA II. Pesawat alami crash landing pukul 8:56 WIB di perairan laut Selat Madura, setelah sebelumnya lepas landas dari bandara Juanda pukul 08:45 WIB dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub. Hingga kini penyebab jatuhnya pesawat T-2503 masih belum diketahui. Pesawat akan diinvestigasi setelah dievakuasi dari laut.
Terpisah, anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Laksono menanggapi jatuhnya pesawat latih Bonanza G-36 T-2503. Menurutnya perlu ada sikap tegas dan reformasi di dalam SOP tubuh TNI.
“Perlu ada reformasi didalam sop tubuh TNI tentang penggunaan pesawat tempur ,pesawat angkatan lautnya , ataupun juga kapal kapal laut kapal selam ataupun tank-tanknya,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI (8/9). (*/A-1)
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
SEHARI sebelum pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak ternyata mesin pesawat tersebut dilaporkan mengalami masalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved