Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako, Prof Slamet Riadi, mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk membiayai rakyatnya. Karena itu menurutnya, program yang tidak terlalu prioritas saat ini, patut untuk ditunda sementara waktu.
"Pemerintah perlu memperbaiki tata kelola keuangan negara, dan menunda sementara pembangunan infrastruktur yang dapat pembiayaan tinggi," ujarnya, Selasa (6/9).
Menurutnya, patut dipahami bahwasanya kebijakan kenaikan BBM dapat diterima, karena dianggap subsidi BBM cukup tinggi. Hanya saja efek domino terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, dapat membuat daya beli masyarakat semakin sulit.
Meskipun akhirnya, pemerintah menggelontorkan bantalan sosial sebagai sebuah kebijakan pemerintah, berupa bantuan dana untuk menjaga kestabilan daya beli masyarakat, namun kebijakan itu haruslah tepat sasaran.
"Kebijakan pemerintah untuk memberikan bantalan sosial bagi warga miskin sebagai kompensasi atas kenaikan BBM, harus dipastikan tepat sasaran," tambahnya.
Karena menurut Slamet Riadi, kebiasaan bantuan sosial sebelumnya cenderung digelontorkan tidak proporsional. "Banyak masyarakat miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan. Tetapi faktanya mereka tidak terima. Olehnya itu harus dipastikan penyaluran bantuan berbasis by name by addres," tutur Slamet Riadi.
Menurutnya, bantalan sosial yang didengungkan pemerintah saat ini, jangan sampai menjadi sarana bermuatan kepentingan politik. "Jangan sampai bantalan sosial ini justeru dimanfaatkan oleh elemen tertentu untuk kepentingan politiknya menjelang pemilu 2024," tandas Slamet Riadi.
Ia juga berpendapat, kebijakan untuk menaikkan harga BBM, menjadi sebuah keputusan yang dilematis bagi pemerintah. Namun hal itu terpaksa dilakukan berdasarkan pertimbangan. Tetapi semestinya tetap memperhitungkan dampaknya terutama bagi masyarakat.
"Meskipun kenaikan harga BBM menjadi dilematis akibat subsidi BBM yang nilainya cukup tinggi, tetapi pemerintah juga patut mempertimbangkan efek dominonya seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi yang cukup tinggi," ujar nya.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan supaya subsidi bisa tepat sasaran, adalah mendorong kenderaan dinas yang digunakan para aparatur sipil negara untuk menggunakan BBM non subsidi.
"Agar subsidi BBM bisa tepat sasaran, maka sebaiknya mobil dinas itu didorong untuk menggunakan BBM non subsidi," hematnya. (OL-13)
Baca Juga: Respons Jokowi Terkait Demo Besar-Besaran Tolak Penaikan BBM
KPK mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai bukti modus rasuah di Indonesia semakin kompleks.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
penetapan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi atau hakim MK usulan DPR, memperparah masalah independensi dan memicu konflik kepentingan
Konflik kepentingan kerap menjadi penyebab korupsi pada sejumlah kasus.
KPK mengategorikan konflik kepentingan sebagai niat jahat dalam tindak pidana korupsi.
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved