Kamis 18 Agustus 2022, 12:30 WIB

Kompolnas Prihatin Kasat Narkoba Polres Karawang Terlibat Narkoba

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Kompolnas Prihatin Kasat Narkoba Polres Karawang Terlibat Narkoba

MI/Adam Dwi
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

 

KOMISIONER Kompolnas Poengky Indarti mengaku prihatin atas ditangkapnya Kasat Narkoba Polres Karawang berinisal AKP ENM  (Edi Nurdin Massa) yang diduga terlibat peredaran narkoba.

Poengky juga menyesalkan aparat hukum justru bermain-main dan bertindak bertolak belakang dari tugasnya sebagai polisi.

Poengky menilai saat ini pihaknya menunggu proses penyidikan lebih lanjut yang dilakukan Polri. Ia berharap penyidikan dapat dilakukan secara profesional, transparan, independen, dan didukung secara ilmiah.

Selain itu, Poengky juga meminta ada hukuman pidana dan kode etik bagi ENM jika terbukti mengedarkan narkoba.

"Narkoba adalah musuh bersama, oleh karena itu Kompolnas mendorong proses pidana dan etik kepada yang bersangkutan perlu dilakukan dengan tegas agar ada efek jera," kata Poengky, melalui keterangannya, Kamis (18/8).

Lebih lanjut, Poengky juga meminta Polri agar terus melakukan penyelidikan dan menjerat anggota lainnya yang terlibat.

"Perlu didalami apakah yang bersangkutan bekerja sendiri atau melibatkan anggota lainnya. Yang bersangkutan perlu juga dikenai pasal UU TPPU jika diduga terlibat jaringan narkoba," katanya.

Baca juga: IPW Sebut Perlawan Kubu Sambo ke Timsus Kapolri di Kasus Brigadir J Masih Ada

Sebelumnya, Dittipid Narkoba Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba Polres Karawang AKP ENM yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di beberapa tempat hiburan malam.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar menjelaskan, AKP ENM ditangkap di Basement Taman Sari Mahogani Apartemen, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (11/8) lalu.

Penangkapan terhadap AKP ENM merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan peredaran narkotika di beberapa tempat hiburan malam di kawasan Bandung. Seorang tersangka bernama Juki lebih dulu diamankan.

Juki diketahui merupakan pemilik beberapa tempat hiburan malam di Bandung, seperti F3X Club Bandung dan FOX KTV Bandung.

Dari penangkapan terhadap Juki, lanjut Krisno, pihaknya mendapat 2 tersangka lagi. Mereka berinisial JS dan RH yang merupakan pemasok ekstasi.

"Tim melakukan pengembangan dan mendapatkan alat bukti bahwa tersangka JS dan RH pernah mengantar 2000 butir pil ekstasi ke tersangka Juki pemilik THM FOX Club dan F3X KTV Bandung bersama dengan saudara ENM," terangnya.

Saat ditangkap, sejumlah barang bukti berupa narkotika turut diamankan dari tangan ENM. Yakni, 3 paket sabu dengan total seberat 101 gram, plastik klip berisi 2 butir ekstasi, seperangkat alat hisap sabu, dan uang Rp 27 juta.

Saat ini, AKP ENM masih dilakukan pemeriksaan intensif. Hal ini dilakukan guna mengembangkan pelaku lain yang terlibat dalan jaringan narkotika ini. (Faj)

Baca Juga

MI/ADAM DWI.

Novel Baswedan: Kelalaian Kewajiban Penegak Hukum Merupakan Salah Satu Praktik Korupsi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Kamis 29 September 2022, 04:55 WIB
Novel pun pernah merasakan hal yang sama pada saat kasusnya...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Disanksi Demosi 4 Tahun, Mantan Kasubdit Ditreskrimum PMJ Ajukan Banding

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:01 WIB
Selain dijatuhkan sanksi demosi selama empat tahun, pimpinan Sidang KKEP juga menjatuhkan sanksi etika bahwa perbuatan pelanggar dinyatakan...
Antara

Prabowo: Kita Perlu TNI dan Polri yang Kuat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 22:35 WIB
Hal itu ditekankan Menhan Prabowo saat mengunjungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mabes Polri pada Rabu (28/9)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya