Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN Literasi Nasional harus mendapat dukungan penuh semua pihak agar tercipta akselerasi pertumbuhan minat baca di seluruh Indonesia sejak dini.
"Bila tidak segera melakukan langkah-langkah yang strategis dalam meningkatkan literasi anak bangsa, kita akan sulit bersaing di masa datang," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/7).
Baca juga: Polri Segera Gelar Perkara Penyelewengan Dana Umat oleh ACT
Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikbud Ristek, beberapa waktu lalu mengirimkan lebih dari 2,5 juta eksemplar buku pengayaan pendukung ke empat wilayah yang termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Empat wilayah itu masuk regional 4 yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Pembagiannya terdiri atas 41 kabupaten/kota.
Namun, menurut Lestari, upaya pendistribusian jutaan buku oleh Pemerintah itu saja belum cukup untuk mengakselerasi peningkatan literasi anak bangsa.
Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, bangsa ini butuh lebih banyak buku dan bahan bacaan, serta atmosfer membaca yang lebih kental lagi di lingkungan generasi muda.
Membangun budaya membaca, ujar Rerie, tidak bisa hanya berfokus pada ketersediaan buku dan bahan bacaan semata.
Lebih dari itu, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diperlukan langkah yang konsisten dan terukur lewat penerapan program belajar yang mampu membangun budaya membaca sejak dini.
Selain itu, ujar Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, dalam upaya perluasan pendistribusian buku dan bahan bacaan, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga sangat diperlukan.
Bila pasokan buku dan bahan bacaan bagi generasi muda terjamin, serta pola pengajarannya mendukung peningkatan budaya membaca, Rerie menilai, yang dibutuhkan bangsa ini adalah konsistensi dalam menjamin keberlangsungan sejumlah upaya tersebut
Sehingga, tegas Rerie, sejumlah langkah untuk meningkatkan literasi anak bangsa bisa segera membuahkan hasil, demi mewujudkan daya saing bangsa di masa datang. (RO/OL-6)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved