Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK konflik Rusia-Ukraina harus dilihat dari sisi krisis yang berdampak pada kemanusiaan. Karena itu Indonesia harus mampu berperan dalam menciptakan perdamaian, seperti yang diamanatkan konstitusi.
"Pada alinea pertama UUD 1945 mengamanatkan kepada kita untuk ikut menciptakan perdamaian dunia dengan mencegah penjajahan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Menuju Perdamaian Rusia-Ukraina yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Kamis (26/5).
Pada diskusi yang dimoderatori Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Koordinator Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah Luthfi Assyaukanie dihadiri Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan, Guru Besar Universitas Pertahanan Anak Agung Banyu Perwita, Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan Connie Rahakundini Bakrie, Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Advance International Studies (INADIS) Ple Priatna dan Joko Purwanto dari Aktifis Komite Persahabatan Rakyat Indonesia-Rusia.
Selain itu, hadir pula Ketua Program Studi Kajian Wilayah Eropa sekaligus Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (SKSG-UI) Henny Saptatia dan Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Ade Alawi.
Menurut Lestari, krisis Rusia-Ukraina harus segera diakhiri karena dampaknya sangat mempengaruhi tatanan di sejumlah sektor kehidupan. Upaya itu diharapkan dapat meringankan beban dunia yang belum tuntas menangani dampak pandemi covid-19.
Rerie, sapaan akrab Lestari, mengatakan ancaman terhadap kemanusiaan dalam krisis Rusia-Ukraina harus sesegera mungkin diakhiri dengan menggalang dukungan negara-negara di dunia.
"Indonesia dapat melakukan langkah dan sikap yang tepat dalam ikut serta mengatasi konflik Rusia-Ukraina menuju perdamaian," tegasnya.
Baca juga: Indonesia dan G20 Bisa Tuntaskan Konflik Rusia-Ukraina
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan menilai krisis Rusia-Ukraina berdampak pada banyak sektor, seperti ekonomi terkait sumber daya alam dan ketersediaan komoditas.
Sementara Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan Connie Rahakundini Bakrie berpendapat 91 hari konflik Rusia-Ukraina sudah menjadi multilateral war terhadap Rusia di tanah Ukraina. Krisis Rusia-Ukraina, jelas Connie, adalah perang yang berbeda dari perang pada umumnya.
"Untuk menghadapi kondisi ini Indonesia harus konsisten dengan gerakan non-blok nya untuk berupaya menghentikan perang," katanya.
Guru Besar Universitas Pertahanan Anak Agung Banyu Perwita menilai kondisi saat ini terjadi chaos dalam tatanan geopolitik. Jangan sampai kekuatan geopolitik dunia hanya dipengaruhi dua kutub kekuasan. Untuk stabilitas dunia, ujar Banyu, akan lebih baik multipolar kekuasaan.
Menurut Banyu, harus ada reentepretasi baru dari kondisi geopolitik saat ini.
"Karena geopolitik itu dinamis dan sangat berpengaruh terhadap politik, ekonomi dan teknologi di sejumlah negara," tuturnya.(OL-5)
Sean Penn tidak hadir saat memenangkan Best Supporting Actor di Oscar 2026. Sang aktor justru tertangkap kamera berada di Kyiv bersama Presiden Zelensky.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrikĀ
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved