Jumat 18 Maret 2022, 14:05 WIB

Polri Kejar Pemilik Binomo, Berada di Kepulauan Karibia

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Polri Kejar Pemilik Binomo, Berada di Kepulauan Karibia

Dok.MI
Indra Kenz

 

POLRI langsung mengusut dugaan keberadaan pemilik investasi bodong trading binary option platform Binomo di Kepulauan Karibia. Keberadaan pemilik platform judi online itu terlacak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Masih didalami," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Jumat, 18 Maret 2022.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan polisi masih melakukan pengembangan terhadap data-data PPATK tersebut. Di samping itu, juga berkoordinasi dengan PPATK untuk memburu pemilik Binomo itu.

"Masih kita koordinasi dengan PPATK. Masih pendalaman dan pengembangan terhadap data-data PPATK terkait IK (Indra Kenz," kata Gatot saat dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melacak pemilik investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo berada di Kepulauan Karibia. Hal itu diketahui saat PPATK menelusuri aliran dana investasi ilegal yang menjerat Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Baca juga: Polisi Telusuri Aliran Dana ke Ayah Indra Kenz

"Penerima dana diduga merupakan pemilik dari platform Binomo yang berlokasi di Kepulauan Karibia dengan total dana selama periode September 2020-Desember 2021 sebesar 7,9 juta Euro," kata Kepala PPATK Ivan Yustivandana dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 Maret 2022.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo pada Kamis, 24 Februari 2022. Indra Kenz mempromosikan trading Binomo yang diduga kuat investasi bodong dan judi online.

Afiliator Binomo itu kini ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Indra dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Perkuat Penanaman Nilai Pancasila Demi Membangun Karakter Anak Bangs

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 18:35 WIB
Menurut Rerie, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dan dibangun menjadi karakter setiap anak...
Ist

SKI: Hadapilah Resesi dengan Sense of Crisis dan Persatuan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 17:33 WIB
Presiden RI Joko Widodo  mengeluarkan pernyataan agar Menteri Keuangan berhati-hati dalam...
Antara

Mau Nyapres, Anies Harap Isu Program Lebih Menonjol Dibandingkan Isu Negatif

👤 Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 30 September 2022, 17:11 WIB
Menurutnya, masa kampanye pemilu kerap diwarnai isu negatif, yang tidak berkaitan dengan program kerja. Anies berharap warga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya