Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Political Weather Station (PWS) menyampaikan hasil survei terkait dengan potret perspektif publik terhadap para nama tokoh nasional yang masuk dalam radar bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024, Jumat (4/2).
Dalam survei yang dilaksanakan 13 hingga 23 Januari 2022 di 34 provinsi di Indonesia tersebut, PWS menanyakan kepada responden jika hari ini dilaksanakan pemilihan presiden siapakah yang akan dipilih.
Mayoritas dari responden memilih nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut mendapatkan 22,9%. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang meraih 19,9%, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebanyak 19,8%.
"Nama Prabowo Subianto di puncak elektabilitas relatif belum tergoyahkan sejak lembaga-lembaga survei mainstream merilis hasil survei capres sejak setahun yang lalu," kata peneliti senior PWS, Mohammad Tadzi dalam rilisnya, Jumat (4/2).
Ia menambahkan, Prabowo menjadi yang terkuat karena publik menilainya memiliki rekam jejak yang baik. Posisi ini juga memberikan nilai lebih terhadap Prabowo Subianto dibadingkan Ketua Umum partai politik lainnya.
"Dibanding nama ketua umum partai politik lainnya, nama Prabowo sejauh ini memang nampak paling menonjol," imbuhnya.
Sementara itu, beberapa nama tokoh lain juga masuk ke dalam radar survei ini. Mereka ialah Menparekraf Sandiaga Uno yang hanya mendapatkan 8,7%, kemudian nama Gubernur Jawa Barat Moammad Ridwan Kamil yang mendapat 7,5%, disusul Komisaris Utama PT Pertamina Persero Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mendapat 4,1%. Selanjutnya Menteri BUMN Erick Thohir mendapat 2,7%, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat 2,5%, Kepala KSP Moeldoko sebanyak 2,4% dan mantan Panglima TNI Garot Nurmantyo 1,5%. Kemudian ada nama Menko Polhukam Mahfud MD sebesar 1,2%.
Lalu di bawa mereka ada empat nama tokoh yang berada di bawah 1%, yakni Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendapat 0,9%, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendapat 0,7%, lalu ada Ketua DPD La Nyalla Mattalitti sebesar 0,6% dan Ketua DPR sekaligus Puan Maharani yang hanya mendapat 0,3%.
Selain elektabilitas, PWS juga mengukur seberapa besar tingkat keterkenalan para tokoh tersebut di mata masyarakat. Nama Prabowo Subianto masih berada di tangga teratas dengan mendapatkan 94,2%.
Kemudian disusul oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang masih bersaing ketat. Anies mendapatkan 92,9%, sementara Sandi mendapat 92,2%. Keduanya kemudian disusul oleh Ganjar Pranowo yang mendapat 89,8%, kemudian Ridwan Kamil sebanyak 87,8%.
Masih soal tingkat popularitas, nama Ahok mendapatkan 84,5%, kemudian Puan Maharani 81,6%, AHY mendapatkan 78,2%, Mahfud MD mendapat 71,7%. Selanjutnya Moeldoko dan Erick Thohir mendapat perolehan persentase yang sama yakni 62,2%. Lalu disusul oleh Gatot Nurmantyo sebesar 54,5%, Muhaimin Iskandar dapat 52,7%, Airlangga Hartarto 50,3% dan La Nyalla mendapat 35,5%.
"Data ini memperlihatkan bahwa tokoh-tokoh yang pernah ikut kontestasi Pilpres maupun Pilkada seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, serta Ahok cenderung memiliki tingkat popularitas yang lebih tinggi daripada tokoh-tokoh yang belum pernah mengikuti kontestasi," paparnya.
Kemudian, lembaga riset PWS juga mengukur tingkat akseptabilitas. Faktor ini adalah untuk mengukur seberapa suka (likeability) responden terhadap nama-nama yang disodorkan, dan didapati nama Prabowo Subianto masih berada di ranking teratas.
Dalam mengukur akseptabilitas ini, Prabowo Subianto mendapatkan 71,8%. Kemudian disusul oleh Sandiaga Uno sebesar 70,5%. Dua tokoh ini masih unggul karena pernah terlibat langsung di dalam kontestasi pemilu sebelumnya.
"Dalam hal tingkat akseptabilitas atau tingkat penerimaan publik, tokoh-tokoh populer karena pernah ikut kontestasi Pilpres atau Pilkada cenderung memiliki peluang lebih besar untuk diterima atau disukai publik luas," tandasnya.
Lantas berapa persentase tokoh-tokoh lain di bawah Prabowo dan Sandi untuk tingkat akseptabilitas. Nama Anies Baswedan mendapatkan 69,2%, kemudian disusul Ganjar Pranowo mendapat 68,9%, lalu Ridwan Kamil mendapat 66,8%.
Nama selanjutnya adalah Ahok mendapatkan 50,7%, Erick Thohir 47,2%. Kemudian Moeldoko 39,9%, AHY 39,2%, Gatot Nurmantyo 29,2%, Mahfud MD 26,8%, Airlangga Hartarto 20,2%, Muhaimin Iskandar 18,3%, Puan Maharani 17,8% dan La Nyalla masih konsisten berada di urutan terbawah yakni 16,6%.
Tidak hanya tingkat elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas, PWS juga mengukur pendapat publik terhadap kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju
Dari riset yang dilakukannya, PWS menemukan bahwa Prabowo dianggap sebagai Menteri dengan kinerja terbaik dengan perolehan sebanyak 15,1%.
Berikutnya sebanyak 14,5% menyebut nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Kemudian sebanyak 13,5% menyebut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemudian 11,1% menyebut nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Setelah itu nama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Sosial Tri Risma Harini masing-masing dipilih oleh 7,8% responden.
"Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di posisi teratas disamping faktor objektif kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan, juga tidak lepas dari masih loyalnya banyak pendukung Ketua Umum Gerindra itu pada Pilpres 2019 lalu. Hampir semua responden yang mengaku pemilih Partai Gerindra pada Pemilu 2019 juga menyebut nama Prabowo sebagai menteri yang berkinerja baik," pungkasnya.
Jumlah sampel survei ini sebesar 1421 responden, dengan menggunakan teknik pencupilkan multistage random sampling. Adapun margin of error sebesar kurang lebih 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner melalui aplikasi google form. (OL-8)
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved