Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKTU pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah disepakati pada 27 November 2024. Meski demikian belum semua masyarakat mengetahui pilkada sejumlah daerah yang seharusnya digelar pada 2022 dan 2023 diundur.
Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengatakan, ketidaktahuan masyarakat mengenai diundurnya waktu pelaksanaan pilkada menandakan masih rendahnya literasi politik. Karenanya, ia menekankan pentingnya informasi dan sosialisasi terhadap masyarakat.
"Masyarakat tidak tahu kalau ditunda. Tapi setuju, jjadi pasrah saja," ujar Wiwik, panggilan Siti Zuhro dalam diskusi peluncuran survei nasional oleh lembaga Trust Indonesia, Senin (31/1).
Masyarakat yang kurang terinformasi dengan baik, terang Wiwik menjadi pekerjaan yang harus dibenahi pada penyelenggaraan pemilu dan pilkada 2024. Caranya, imbuh dia, mewujudkan pemilih yang cerdas melalui literasi dan sosialisasi politik.
"Mewujudkan smart voters sangat mendesak. Masyarakat kurang well informed. Saya menduga, political literacy (literasi politik) kurang. Pendidikan masyarakat kita masih banyak yang 8,5 tahun atau hanya sampai jenjang sekolah menengah (SMP) sehingga kesadaran politiknya sangat kurang," papar Wiwik.
Baca juga : PAN Tangsel Ditarget Raih Lima Kursi Pada Pileg 2024
Dengan kesadaran dan pemahaman politik yang baik, ujar Wiwik, diharapkan masyarakat menjadi pemilih yang cerdas. Sehingga tidak lagi menjadi objek dalam setiap pilkada atau pemilu yang hanya didekati untuk mendapatkan suara.
"Jangan lagi masyarakat dijadikan objek saja," ucap Wiwik.
Berdasarkan rilis hasil survei nasional yang dilakukan lembaga Trust Indonesia, pada Senin (31/1), sebanyak 69,6% responden mengaku belum mengetahui pilkada di sejumlah daerah diundur dari 2022 dan 2023 menjadi 2024. Namun, responden umumnya atau 67,8% menerima atau setuju akan keputusan tersebut. Direktur Eksekutif Trust Indonesia Reasearch and Consulting Azhari Ardinal menuturkan survei dilakukan secara luring pada 3 sampai 12 Januari 2022 dengan melibatkan 1200 responden dari 34 provinsi dan dari hasil samping ada toleransi kesalahan ( margin of error) sekitar 2,83%.
Dalam UU 7/2017 tentang Pemilu, daerah yang seharusnya menggelar Pilkada pada 2022 dan 2023 diserentakan menjadi 2024. Adapun jabatan kepala daerah yang kosong akan diisi oleh penjabat hingga kepala daerah terpilih 2024 dilantik. Terdapat 101 daerah yang seharusnya menyelenggarakan pilkada pada 2022, terdiri dari tujuh pemilihan gubernur, 76 pemilihan bupati, dan 18 pemilihan wali kota.
DKI Jakarta termasuk daerah yang dijadwalkan menggelar Pilkada 2022. Lalu, ada 170 daerah yang seharusnya menyelenggarakan pilkada pada 2023 terdiri dari 17 pemilihan gubernur, 115 pemilihan bupati, dan 38 pemilihan wali kota. (OL-7)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved