Kamis 27 Januari 2022, 08:08 WIB

KPK Ultimatum Tersangka Korupsi di Buru Selatan

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Ultimatum Tersangka Korupsi di Buru Selatan

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said, Jakarta

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum tersangka sekaligus pihak swasta Ivana Kwelju. Pasalnya, dia tidak kooperatif saat dipanggil KPK untuk mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan pada 2011 sampai 2016.

"KPK menghimbau tersangka IK (Ivana) untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Jakarta, Kamis (27/1).

KPK segera mengirimkan surat panggilan untuk Ivana. Ivana diharap hadir dalam pemanggilan berikutnya.

Baca juga: KPK: IPK 2021 jadi Gambaran Pemberantasan korupsi masih Butuh Perbaikan

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, dan dua pihak swasta yaitu Johny Ryndard Kasman dan Ivana Kwelju.

Ivana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Tagop dan Johny disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Pulihkan Nilai Luhur Keindonesiaan

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:42 WIB
Bangsa Indonesia tidak bisa melupakan sejarah perjalanan bangsa. Ada beberapa peristiwa besar yang kemudian berakibat secara langsung...
Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Lin Che Wei Diduga Intervensi Kebijakan Ekspor CPO di Kemendag Sejak Januari 2022

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:03 WIB
Febrie mengatakan Lin Che Wei tidak berada di struktur formal Kemendag. Namun, dia punya peran kuat untuk mengatur kebijakan terkait izin...
Freepik.com

Kongres Advokat Indonesia Gelar Rakernas Akhir Mei Mendatang

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 18 Mei 2022, 20:52 WIB
“Advokat KAI akan berkumpul untuk merumuskan mimpi besar para advokat melalui Rakernas KAI Tahun 2022,” kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya