Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BIDANG Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten mengamankan Rp1,17 miliar selama operasi dugaan pemerasan dan atau pungli oknum pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terhadap perusahaan jasa kurir di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Demikian disampaikan Asisten Intelijen Kejati Banten, Adhyaksa Darma Yulianto.
Adhyaksa menyebut pihaknya mengamankan barang bukti itu dari aparatur sipil negara (ASN) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Ditjen Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta berinisial VIM. Saat diamankan, uang tersebut berada di brankas KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.
Hasil operasi intelijen menyimpulkan bahwa VIM diperintah oleh ASN berinsial QAB untuk meminta sejumlah uang dengan tarif Rp1.000 atau Rp2.000 per kilogram dari setiap tonase bulanan PT SKK, perusahaan jasa titipan niaga elektronik.
Pungli yang terjadi dalam kurun waktu April 2020 sampai April 2021 itu dilakukan dengan cara mengancam pembekuan dan izin operasional melalui surat peringatan maupun surat teguran.
"Dan untuk mengurangi sanksi denda PT SKK dari Rp1,6 miliar menjadi Rp250 juta, serta untuk peringatan SP1-SP2 dan ancaman pembekuan operasional PT SKK yang seluruhnya berjumlah sekitar Rp3,126 miliar," imbuh Adhyaksa melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (24/1).
Selain PT SKK, oknum pegawai Bea Cukai itu juga menerima uang dari Direktur Utama PT ESL sebesar Rp80 juta. Adhyaksa menduga bahwa QAB telah meyalahgunakan kewenangan terakait pemberian surat peringatan, penutupan tempat penimbunan sementara (TPS), dan pengusulan pembekuan operasional izin perusahaan jasa titipan.
"Dengan demikian, perbuatan yang dilakukan oleh QAB yang menyuruh VIM diduga telah terjadi peristiwa tindak pidana korupsi berupa pemerasan sebagaimana diatur Pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tipikor," jelasnya.
Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengatakan per hari ini, hasil pengumpulan data maupun keterangan dari Bidang Intelijen diserahkan ke Bidang Tindak Pidana Khusus untuk memulai penyelidikan.
"Dilakukan penanganan selanjutnya sesuai hukum acara pidana yang berlaku," kata Ivan.
Adapun Koordinator Masyarkat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengapresiasi Kejati Banten dalam menindaklanjuti laporannya tersebut. "Apresiasi tinggi karena proses penyelidikan cukup cepat, hanya butuh waktu 2 minggu," ujarnya.
Berbeda dengan hasil operasi intelijen Kejati Banten, Boyamin sebelumnya melaporkan dugaan pungli yang terjadi kepada perusahaan jasa kurir berinisial PT SQKSS. Saat dikonfirmasi, ia tak menyoalkan mengenai perbedaan nama perusahaan itu.
"Masing-masing punya hak untuk bikin inisial, sebaiknya ikuti masing-masing sumber," tandas Boyamin.
Sementara itu, Ivan menyebut bahwa PT SKK telah sesuai dengan operasi intelijen yang dilakukan pihaknya. "Maksudnya sama itu. Mungkin salah kutip atau typo," pungkas Ivan. (OL-13)
Baca Juga: Polri: Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan untuk Pengawalan
KPK menemukan uang suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai disimpan dalam safe house. Enam tersangka sudah ditetapkan, penyidikan masih berlangsung.
Kejagung mendalami dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya. Lebih dari 30 saksi diperiksa dan 11 tersangka telah ditahan selama 20 hari.
KPK memeriksa pegawai Bea Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang. Enam tersangka, termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai, telah ditetapkan.
WAKIL Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar bantuan kemanusiaan dari diaspora Aceh di Malaysia yang saat ini tertahan administrasi di bea cukai
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
KPK menyita Rp5 miliar dari safe house baru di Ciputat dalam kasus dugaan suap importasi Bea Cukai. Enam tersangka telah ditetapkan.
KAI Commuter mempercepat proses evakuasi rangkaian Commuter Line Basoetta No. 806 tujuan Bandara Soekarno-Hatta atau KA Bandara akibat tertemper truk di stasiun poris
Ia menekankan kesiapan armada menjadi kunci agar layanan berjalan efektif sejak awal operasional.
Targetnya, layanan ini harus sudah beroperasi penuh sebelum memasuki periode mudik Lebaran guna membantu mobilitas warga menuju bandara.
Trayek tersebut akan menjadi etalase utama bagi transportasi publik Jakarta di mata dunia,
Pemprov DKI tengah melakukan finalisasi terhadap kesiapan armada bus serta infrastruktur pendukung di sepanjang rute tersebut.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana pengoperasian rute Transjakarta Blok M-Soetta memasuki tahap finalisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved