Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Ketua DPR RI Puan Maharani muncul di antara nama-nama tokoh yang digadang-gadang sebagai Calon Presiden RI pada Pilpres 2024. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai sosok Puan Maharani menarik dan unik sebagai politisi perempuan yang ikut meramaikan bursa Capres 2024.
Menurut GMNI, Puan Maharani adalah salah satu politisi perempuan yang insipiratif saat ini.
“Publik hari ini melihat di antara nama-nama calon yang beredar, Puan Maharani itu sosok yang unik dan menarik. Karena tidak bisa lepas tentunya anggapan bahwa dari sekitar 133 juta perempuan di Indonesia, cuma ada nama Ibu Puan di samping ada nama lain seperti Ibu Risma yang disebut-sebut dalam berbagai kesempatan sebagai Calon Presiden potensial pada Pilpres 2024. Dan ini bukan tidak mungkin akan menjadi modal politik yang tidak bisa dianggap enteng,” ungkap Pengurus DPP GMNI Aulia Djatnika saat menjadi narasumber diskusi bertajuk ‘Puan Maharani dan Tantangan Nasionalisme Abad-21’ di Jakarta, Kamis (13/1)
Makin menarik lanjut Aulia, Puan memiliki rekam jejak sebagai politisi perempuan yang sudah teruji dalam banyak jabatan yang pernah diemban selama ini antara lain saat menjabat Ketua Fraksi PDIP, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan saat ini sebagai Ketua DPR RI.
Bukan hanya itu, rekam jejak biologis dan ideologis Puan Maharani yang adalah cucu proklamator RI Bung Karno menempatakan Puan sebagai tokoh politisi perempuan yang dinilai punya modal cukup dalam konteks kepemimpinan nasional.
Baca juga : Gagasan Petani Milenial Puan Maharani Diapresiasi
“Sebagai politisi perempuan harus diakui bahwa pengalaman beliau di dalam dunia politik tentu menjadi inspirasi terutama bagi perempuan-perempuan di Indonesia untuk berkembang dan maju. Kalau di antara calon yang ada mayoritas adalah laki-laki, maka munculnya nama Puan tentu menjadi magnet tersendiri,” lanjut alumnus Fakultas Ilmu Politik UI tersebut.
Dia menambahkan, sebagai politisi perempuan, ketokohan Puan Maharani akan menjadi kesempatan bagi penampungan perjuangan perempuan di Indonesia yang selama ini banyak memperjuangkan keadilan khusus bagi perempuan. Isu seputar kesejahteraan pekerja rumah tangga, kekerasan seksual dan masih banyak isu lain yang dihadapi perempuan diharapkan akan lebih efektif diperjuangkan melalui ketokohan Puan Maharani.
“Dari aspek ini sebetulnya kami melihat kepemimpinan beliau sebagai politisi perempuan akan efektif mengawal isu-isu atau perjuangan kaum perempuan di Indonesia,” tukasnya.
Aspek lain yang juga disorot Aulia adalah keberpihakan pada kemanusiaan sebagai pelaksanaan ideologi nasionalisme yang melekat pada diri Puan Maharani.
“Hal yang mungkin secara alamiah tumbuh dan ada pada sosok perempuan adalah rasa empati terutama pada ketidakadilan dan keberpihakannya pada kemanusiaan. Sisi-sisi afektif seperti itu tentu akan sangat kuat dan bukan tidak mungkin berpengaruh juga pada figur ibu Puan sebagai poltisi perempuan,” pungkas Aulia. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved