Rabu 22 Desember 2021, 14:57 WIB

Para Pemimpin Diminta Tidak Terjebak Pencitraan

 Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Para Pemimpin Diminta Tidak Terjebak Pencitraan

MI/M Irfan
Pengamat Politik Hendri Satrio yang juga pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).

 

PARA pemimpin diminta untuk tidak terjebak dalam pencitraan. Mereka sebaiknya menunjukkan kinerja baik untuk merebut simpati rakyat apabila ingin bertarung pada pemilihan umum (pemilu) 2024.

Demikian hal yang program Hotroom yang dipandu oleh pengacara Hotman Paris yang tayang di Metro TV setiap Rabu pukul 20.00 WIB.

Pada episode kali ini, Hotroom menyoroti tindakan sejumlah politisi dan kepala daerah.

Mulai dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani yang berfoto sambil menanam padi saat hujan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makan di pinggir jalan bersama warga, Menteri Sosial Tri Risma Harini yang sempat mengais batu dan pasir untuk menutupi lubang jalan ketika meninjau korban terdampak erupsi Semeru, beberapa waktu lalu.

Menanggapi itu, Pengamat Politik Hendri Satrio yang juga pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menuturkan dari hasil survei opini, publik menempatkan sosok pemimpin yang merakyat menjadi kriteria capres yang paling diinginkan masyarakat.

Meskipun gaya seperti itu masih dilakukan para politisi, tetapi Hendri mengungkapkan dari hasil kajian terbaru lembaganya, ada pergeseran kriteria calon presiden yang diminati publik.

"Dari citra merakyat menjadi cerdas dan visioner," ujar Hendri yang hadir sebagai salah satu narasumber. Hasil survei itu, menurutnya mengingatkan agar pemimpin tidak terjebak dengan drama semacam itu.

Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti menyampaikan, alasan politisi melakukan pencitraan umumnya untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas mereka. "Politisi melakukan itu, 70-80% karena berkepentingan menaikkan elektabilitasnya. Besar kemungkinan begitu," ucap dia.

Hal semacam itu, ujar Ray, tidak mungkin dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang saat ini sudah menjabat dua periode.

Tetapi, menurutnya amat wajar dilakukan politisi yang masih punya potensi untuk mencalonkan diri dalam pemilu. Daripada melakukan pencitraan, Ray mengatakan para pemimpin dan elit tersebut lebih baik memaksimalkan kepercayaan yang telah diberikan pada mereka.

"Diingatkan pada para elit, bahwa mereka pengambil kebijakan, kekuasaan dan uang diberikan pada mereka untuk mengoptimalkan kinerja," cetusnya.

Sementara itu, Pendiri Voxpol Center Research and Consulting, lembaga riset survei dan konsultan politik nasional Pangi Syarwi Chaniago menuturkan citra dan persepsi masyarakat sangat penting bagi politisi. Guna memenangkan hati rakyat, para pejabat dan politisi tersebut menampilkan kerja mereka melalui cara seperti itu.

Ia mencontohkan, Menteri Sosial Tri Rismaharini dipersepsikan memimpin kementerian yang berkinerja baik pada survei yang opini masyarakat oleh Voxpol Center. S

ementara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljo juga berkinerja baik di bidang infrastruktur, tidak masuk dalam menteri yang paling diingat (top of mind).

"Risma sadar tindakan yang dilakukan berdampak atau pencitraan dan berdampak pada survei. Karena elektoral dipilih masyarakat, sebuah keniscayaan ada sikap seperti itu," ucapnya.

Budayawan Sujiwo Tedjo menambahkan sebaiknya ada lembaga di luar survei yang mengukur kinerja para menteri. Sehingga rakyat dapat menilai kerja mereka, bukan kesan yang dipersepsikan oleh publik. (Ind/OL-09).

Baca Juga

MI/Duta

Kejaksaan Periksa Dubes hingga Polisi Terkait Mafia Tanah Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:36 WIB
Kejati DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mulai dari duta besar hingga anggota kepolisian sebagai saksi dalam kasus mafia tanah atas...
Ist

Tangani Pembalakan Liar di Kalteng, Kombes Pol Kurniadi Raih Presisi Award

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:45 WIB
Kombes Pol Kurniadi dan timnya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menangani perkara pembalakan liar atau illegal logging di...
MI/Seno

TNI/Polri Aktif duduki Jabatan Sipil Jadi Ancaman Bagi Demokrasi

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:52 WIB
Lucius mengungkapkan penunjukan itu tidak sesuai dengan semangat dan amanat reformasi. Selain itu, juga melanggar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya