Jumat 03 Desember 2021, 17:46 WIB

Panglima TNI: Pelaku Bentrokan TNI-Polri Harus Disanksi tegas Agar Jera

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Panglima TNI: Pelaku Bentrokan TNI-Polri Harus Disanksi tegas Agar Jera

ANTARA FOTO/Pool-Hafidz Mubarak
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo

 

PANGLIMA TNI Jenderal Andika Perkasa mengaku akan menindak tegas prajurit yang terlibat bentrokan dengan anggota Polri. Dia menyebut salaman tak cukup mencegah bentrokan anggota TNI-Polri terulang.

"Kalau kembali lagi salaman, olahraga, hanya begitu-begitu saja. Apakah iya mereka menyesali, tapi akan lebih kena kalau konsekuensinya benaran," kata Andika dalam sambutannya pada Apel Kasatwil Polri Tahun Anggaran (TA) 2021 di Bali, hari ini.

Menurut Andika, salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa ialah tindakan tegas. Toh, kata dia, anggota yang diproses dapat didampingi pembela atau pendampingan hukum.

"Jadi, menurut saya tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang perlu dihindari," ujar jenderal TNI bintang empat itu.

Andika meminta kerja sama Polri dalam membangun ketegasan tersebut. Menurutnya, sekecil apa pun pertikaian kalau sudah terjadi harus diproses hukum. "Kita harus sama-sama kompak untuk melakukan proses hukum," ungkap Andika.

Andika meminta Polri melaporkan kesalahan prajuritnya untuk mencegah terjadinya bentrokan sedini mungkin. Menurutnya, laporan tidak perlu terlalu prosedural cukup dalam bentuk informasi lewat pesan WhatsApp (WA) apabila informasi tersebut belum akurat.

Andika memastikan pimpinan TNI akan mengingatkan prajurit tersebut secara spesifik untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Dia meminta bantuan Polri untuk menjalankan tugas sesuai janji saat fit and proper test di Komisi I DPR beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jokowi Minta Polri Kawal Investasi di Daerah

"Itu kan yang harus kita cegah sama-sama. Sehingga, kita bisa menghindari konflik-konflik yang mungkin akan terjadi apabila tindakan-tindakan tersebut terus berlangsung," katanya.

Menurut Andika, konsep sinergi bukan sesuatu yang baru di tubuh TNI-Polri. Namun, kata dia, sinergi itu bisa tergerus akibat bentrokan yang kerap terjadi di akar rumput.

Maka itu, dia meminta pimpinan Polri mau bersama-sama lebih tegas terhadap anggota yang terlibat masalah. Sehingga, ada efek jera untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Karena apa, Institusi TNI dan Polri itu punya kewenangan penggunaan kekuatan, itu yang harus kita unjukan kepada masyarakat Indonesia bahwa kita itu mateng, kita pemilik kewenangan menggunakan kekuataan itu mateng, pertimbangannya dan enggak asal-asalanan," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

Aparat TNI-Polri bentrok beberapa waktu lalu. Pertama, TNI-Polri adu jontos di depan pos lantas Mutiara Mardika Ambon, Maluku sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu, 24 November 2021.

Peristiwa itu dipicu anggota TNI tak terima anggota keluarganya ditilang polisi lalu lintas (Polantas) Polresta Ambon. Anggota TNI yang berasal dari Kodam Pattimura memukul anggota polantas hingga tersungkur. Kedua belah pihak disebut telah berdamai. Namun, pemberian sanksi disiplin tetap diproses.

Peristiwa kedua, TNI-Polri dari Satgas Nanggala Kopassus dan Satgas Amole terlibat bentrok di Mess Hall, Tembagapura, Mimika, Papua pada Sabtu, 27 November 2021. Peristiwa itu dipicu komplain terkait harga rokok yang dijual enam orang anggota Satgas Amole.

Sebanyak 20 anggota TNI dari Satgas Nanggala mengeroyok enam anggota Polri. Akibatnya, anggota polisi mengalami luka-luka. Kedua belah pihak diklaim telah berdamai. Namun, anggota TNI-Polri yang terlibat bentrok dipastikan akan dikenakan sanksi disiplin.(OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Ultimatum Tersangka Korupsi di Buru Selatan

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:08 WIB
KPK segera mengirimkan surat panggilan untuk Ivana. Ivana diharap hadir dalam pemanggilan...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Penyidikan Peristiwa Paniai Mulai Periksa Saksi dari TNI

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:25 WIB
Penyidikan Peristiwa Paniai mulai dilakukan sejak awal Desember tahun...
Medcom

Kejagung Sebut Perjanjian Ekstradisi Permudah Rampas Aset di Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:00 WIB
Setidaknya, Andi menyebut terdapat aset terpidana skandal PT Asuransi Jiwasraya yang berada di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya