Kamis 21 Oktober 2021, 16:01 WIB

Kejagung Amankan Tanah Rampasan Benny Tjokro terkait Jiwasraya

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Amankan Tanah Rampasan Benny Tjokro terkait Jiwasraya

MI/Susanto
Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro

 

KEJAKSAAN Agung melakukan pengamanan dan penilaian (appraisal) 26 bidang tanah atau bangunan yang dirampas dari Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dalam perkara megakorupsi pengelolaan keuangan dan penempatan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero).

Kegiatan tersebut dilakukan tim Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Tim Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kejaksaan Negeri Kab, Banjar, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin pada sejak Senin (18/10) lalu.

"Bahwa kegiatan pemulihan aset ini dilakukan terhadap barang bukti perkara terpidana Benny Tjokrosaputro sebagai bentuk pelaksanaan putusan Mahkamah Agung," kata Kepala PPA Elan Suherlan melalui keterangan tertulis, Kamis (21/10).

Putusan MA yang dimaksud Elan adalah putusan Kasasi bernomor 2937 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus 2021 yang telah berkekuatan hukum tetap. Adapun 26 bidang tanah itu terdiri dari 17 sertifikat hak milik (SHM), 6 surat keterangan tanah, dan 3 surat penguasaan fisik yang seluruhnya seluas 406.616 meter persegi.

Elan menjelaskan kegiatan yang dilakukan pihaknya dengan tim Kejati Kalsel, Kejari Banjarmasin, Kejari Kabupaten Banjar, KPKNL Banjarmasin, dan BPN Kabupaten Banjar adalah memverifikasi dokumen terkait. Selain itu, dilakukan pula pemetaan satelit atas lahan yang disesuaikan dengan SHM maupun dokumen terkait tanah lainnya.

Baca juga: Mantan Kades Diperiksa Jaksa terkait Aset Kasus ASABRI

Menurut Elan, pihak kejaksaan kini telah memasang 36 tanda atau plang di sekitar tanah tersebut sebagai bentuk pengamanan serta informasi bagi warga sekitar. "Dan tindakan pemulihan aset lainnya untuk mendapatkan data yang tepat dan akurat sehingga proses penilaian aset dapat segera dilakukan."

Sebelumnya, Elan menguraikan pihaknya telah mengeksekusi uang sejumlah Rp11,697 miliar yang berasal dari Benny dan lima terpidana lainnya.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan eksekusi barang rampasan perkara Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16,807 triliun itu memasuki proses lelang dan appraisal dari KPKNL.

"Jumlah barang yang dilelang sangat banyak, kurang lebih 1.200 item yang terletak di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan juga terkait wakt dan anggaran pelaksanaan eksekusi," ungkap Leonard.

Lima terpidana kasus Jiwasraya lainnya adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan AJS Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama AJS Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan AJS Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. (OL-4)

Baca Juga

MI/ Moh Irfan

Desakan Junimart Agar Ormas Pembuat Onar Dibubarkan Tuai Polemik Hingga Daerah

👤Supardji Rasban 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:03 WIB
PP Kabupaten Brebes menuding pernyataan itu melukai dan mencederai demokrasi yang dibangun bangsa...
Thinkstock

Ayo Sadari Bahaya Femisida di Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 09:30 WIB
Femisida banyak dipahami sebagai pembunuhan yang menargetkan satu atau lebih perempuan hanya karena jenis kelamin/gender...
DOK DPR RI

Komisi VII Himpun Data Produksi Gula dalam Negeri

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 08:06 WIB
Komisi VII DPR RI menilai perlu ada ketentuan batas minimal penggunaan bahan baku raw sugar produk dalam negeri untuk memproduksi gula...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya