Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan usaha pemberantasan dan pencegahan korupsi oleh pemerintah terus diupayakan. Pemerintah bersama KPK melalui tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) melakukan pembenahan untuk mencegah rasuah dan supaya indeks persepsi korupsi membaik. "Kita harus pastikan Stranas ini dikenal bukan hanya karena dampaknya dirasakan masyarakat namun juga sebagai kampanye upaya pemberantasan korupsi oleh pemerintah yang tidak pernah surut. Sehingga nanti indeks persepsi korupsi kita membaik dari waktu ke waktu," kata Moeldoko dalam webinar Cegah Korupsi pada Impor Pangan Strategis dan Sektor Kesehatan yang digelar Stranas PK, Selasa (19/10).
Moeldoko menyatakan Stranas PK merupakan komitmen kuat pemerintah bersama dengan KPK mencegah korupsi dari hulu secara sistemik, kolaboratif, dan beriorientasi hasil. Presiden Joko Widodo, ujar Moeldoko, menginginkan agar setiap rupiah uang negara harus berdampak dan menyejahterakan masyarakat. "Dalam berbagai kesempatan, dalam ratas, Presiden seringkali menegaskan bahwa setiap rupiah yang keluar dari APBN semuanya harus dapat dipastikan memiliki manfaat ekonomi, dapat memberikan manfaat bagi rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Moeldoko menyampaikan 12 aksi pencegahan korupsi dalam Stranas PK 2021-2022 sangat relevan dan telah disusun sesuai arahan Presiden. Khususnya untuk peningkatan kemudahan berusaha dan perizinan, pemulihan ekonomi dan penangan pandemi, serta peningkatan indeks persepsi korupsi. Beberapa aksi dalam Stranas juga kelanjutan dari periode 2019-2021 di antaranya perbaikan tata kelola impor komoditas pangan strategis seperti bawang putih, garam, gula, jagung, beras, dan daging. "Bahwa aksi-aksi yang carry over dari tahun sebelumnya seperti perbaikan tata kelola dalam impor ekspor komoditas khususnya komoditas pangan strategis dan alat kesehatan menjadi aksi yang memperbaiki tata kelola dan mampu mencegah potensi kerugian negara," ucap Moeldoko.
Ia menyatakan perbaikan tata kelola impor tersebut penting lantaran jika tidak segera dibenahi berpotensi menimbulkan ekonomi biaya tinggi dan menjadi ruang abu-abu yang kerap digunakan para pemburu rente. "Ujungnya, masyarakat yang dirugikan karena mendapat barang yang lebih mahal. APBN pun terdampak karena ekonomi tumbuh kurang berkualitas, karena lebih banyak di sisi konsumsi dibandingkan produksi," ungkapnya.
(OL-8)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Moeldoko menuturkan bahwa film Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih juga menunjukkan pentingnya keberanian dalam memilih.
Harapan sekaligus pernyataan ini mempertegas pandangan bahwa film Indonesia tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata. Namun, bisa lebih dari itu.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa penyalahgunaan kekusaan merupakan dosa besar. Itu disampaikan menyinggung oknum penguasa.
Kantor Staf Presiden melalui Indonesia Future Network mengumpulkan 20 tokoh muda energi dan iklim dari berbagai latar belakang untuk membahas krisis energi dan iklim.
Tidak ada cara-cara instan dalam membina atlet. Karena itu, harus ada keberlanjutan pembinaan yang menyeluruh dan usaha-usaha yang gigih dari seluruh pihak.
KEPALA Staf Kepresidenan, Moeldoko menggelar rapat koordinasi bersama Tim Ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved