Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa pasca penetapan tersangka dugaan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap Aakar berkaitan dengan izin usaha PT Jouska yang merupakan sebuah perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan.
"Diperiksa berkaitan dengan perizinan usaha yang bersangkutan sebagai perantara perdagangan efek," ujar Kasubdit IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun saat dihubungi, Kamis (14/10).
Adapun pemeriksaan kemarin dilakukan terhadap Aakar Abyasa bersamaan dengan tersangka lainnya, yakni Tias Nugraha Putra. CEO Jouska yang diperiksa polisi selama 8 jam.
Baca juga : Timsel Calon Anggota KPU dn Bawaslu Diminta Libatkan Partisipasi Publik
Dalam pemeriksaan itu, polisi mencecar Aakar dengan 40 pertanyaan. Nantinya, Aakar akan dipanggil kembali untuk diperiksa lagi.
"Sekitar 40 pertanyaan diperiksa sekitar 8 jam, dan masih akan diperiksa lagi nanti karena masih ada yang perlu ditanyakan," imbuhnya.
Kendati demikian, Bareskrim Polri belum memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap CEO Jouska Aakar Abyasa. "Sementara belum," jelasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri memeriksa tersangka dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno kemarin. Selain Aakar, Bareskrim juga memeriksa tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Tias Nugraha Putra.
Dalam kasus ini, ada 4 laporan polisi (LP) yang masuk ke Bareskrim untuk melaporkan CEO Jouska. Aakar diduga menipu konsumen hingga Rp6 miliar. (OL-2)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved