Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem memandang tantangan bangsa ke depan dapat dihadapi dengan mudah dengan ilmu dan akhlak. Keduanya patut menjadi fokus bagi generasi muda untuk bekal memimpin bangsa.
"Bagi para santri dan santriwati teruslah belajar menuntut ilmu, meski di saat proses belajar menemukan berbagai kendala. Dengan gigih belajar lambat laun kita bisa membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat hadir pada acara talk show bertema Indonesia Harmoni dengan Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Rabu (6/10).
Hadir dalam talk show tersebut anggota MPR RI, Eva Yuliana dan diikuti secara daring oleh para santri dari Ponpes AlMuayyad, Ponpes Azzayady dan Seduluran Saklawase Bolone Mbak Eva Sukoharjo.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, di masa yang penuh ketidakpastian seperti saat ini sangat membutuhkan masyarakat pembelajar agar mampu menjawab berbagai tantangan.
Di tengah talk show sejumlah hadirin menyampaikan aspirasi terkait dampak pandemi terhadap kegiatan belajar mengajar di daerahnya.
Antara lain kendala belajar daring, pembiayaan belajar para santri, operasional lembaga pendidikan swasta yang terhambat karena orang tua murid banyak yang tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan.
Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengungkapkan bila pandemi sudah bisa dikendalikan, belajar tatap muka baru bisa dimulai kembali.
Untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik putra-putrinya di rumah, Rerie menawarkan, tutorial bahan ajar secara daring.
Baca juga : Bertemu Jokowi, Said Aqil: Kami Kangen-kangenan
Sedangkan untuk membantu pendanaan pendidikan yang menjadi hambatan sejumlah keluarga pascapandemi, Rerie berencana, mengajak sejumlah pihak swasta agar bisa ikut memberi bantuan.
Pada kesempatan itu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaff berpesan bahwa kita hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah dan terus mendoakan bangsa ini agar di masa depan lebih baik daripada masa lalu.
"Kita harus menjadi manusia-manusia yang mendoakan bangsa ke depan menjadi bangsa yang lebih beradab menuju Indonesia hebat, Indonesia kuat dan Indonesia nikmat," ujar Habib Syech.
Habib Syech berharap agar pendidikan adab dan akhlak diajarkan kembali di sekolah untuk membentuk bangsa yang lebih baik di masa datang.
Menurut Habib Syech, Indonesia di masa depan harus menjadi bangsa yang kuat lewat kolaborasi semua elemen bangsa, seperti antara lain politisi, TNI/Polri, wartawan, termasuk kaum perempuan.
Indonesia, menurut Habib Syech, bisa menjadi negara yang hebat bila di setiap keluarga ada perempuan yang hebat. (OL-2)
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan redistribusi guru sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan mutu pembelajaran
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan ekosistem digital demi mendukung kreativitas anak bangsa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
DALAM menghadapi ketidakpastian politik internasional, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi, sesuai amanat konstitusi.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti rendahnya nilai TKA SMA (Matematika 36,10). Desak perbaikan sistem pendidikan & fokus nalar kritis.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved