Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM milenial memiliki peran sebagai pilar untuk menyukseskan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Sudah menjadi keharusan bagi kaum milenial untuk turut andil membantu pemerintah dalam mewujudkan RUU PDP guna meningkatkan keamanan dan ketahanan digital.
"RUU PDP dalam prosesnya perlu adanya permusyawaratan atau masukan dari semua fraksi mengenai setiap pembahasan yang ada pada RUU PDP. Sehingga RUU PDP tersebut tidak bisa asal dirampungkan. Pembuatan regulasi ini menjadi prioritas kami untuk mempercepat perampungan RUU PDP agar menuai manfaat bagi masyarakat," kata anggota Komisi 1 DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/9).
Menurut dia, keamanan dan ketahanan digital dianggap sebagai komponen penting untuk memajukan bangsa Indonesia. Maka kaum milenial perlu mengetahui dan memahami substansi penting dalam RUU PDP yang mencakup beberapa poin di antaranya yakni PDP sangat penting untuk direalisasikan terlebih pada era pandemi saat ini.
Baca juga: Kemenkominfo: Pemerintah dan DPR Sepakat Lanjutkan RUU PDP
Sesuai dengan kondisi saat ini, masyarakat sudah melakukan transformasi aktivitas dan pola komunikasi secara daring. Salah satu substansi lainnya, dalam RUU PDP terdapat dua data pribadi yaitu data pribadi yang bersifat spesifik dan umum. Untuk itu, adanya Agenda Webinar Digital ini bertujuan untuk mendorong kaum milenial agar dapat berperan penting dalam menyukseskan RUU PDP untuk Indonesia Maju.
Staf Ahli Menteri Kominfo sekaligus Guru Besar Universitas Sebelas Maret Widodo Muktiyo menyampaikan tujuan adanya RUU PDP untuk menjamin hak dasar warga negara atas pengelolaan data pribadi. Selain itu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat atas pentingnya perlindungan data.
"Tak kalah penting RUU ini untuk mendorong perlindungan konsumen sehingga akan meningkatkan pertumbuhan industri teknologi, informasi, dan komunikasi," pungkasnya.(OL-5)
Sebanyak 88,5% serangan bertujuan untuk mendapatkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) dari berbagai akun daring.
Di tengah kondisi tersebut, teknologi pemantauan skor kredit seperti SkorKu menjadi relevan.
PELINDUNGAN data pribadi merupakan fondasi utama ekonomi digital. Kepercayaan digital adalah mata uang baru dalam ekonomi berbasis data.
Bot berbasis AI di media sosial dan aplikasi perpesanan menyamar sebagai pengguna asli, melibatkan korban dalam percakapan berkepanjangan untuk membangun kepercayaan.
Ia menyebut, kebocoran data pribadi warga yang berulang di berbagai platform digital menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap hak privasi masyarakat.
Komisi I DPR menyoroti dugaan praktik aktivasi IMEI ilegal yang melibatkan penyalahgunaan data pribadi turis asing merupakan masalah serius. I
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved