Kamis 19 Agustus 2021, 13:45 WIB

KPK Selisik Dugaan Intervensi serta Manipulasi Pajak

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Selisik Dugaan Intervensi serta Manipulasi Pajak

MI/SUSANTO
Pelaksana tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus pajak yang menjerat eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji. KPK mendalami dugaan intervensi khusus terkait dengan pemeriksaan pajak dari tiga perusahaan ketika memeriksa saksi seorang PNS Ditjen Pajak Atik Jauhari.

"Saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait pemeriksaan pajak dari PT GMP (PT Gunung Madu Plantations), PT BPI Tbk (Bank PAN Indonesia), dan PT JB (PT Jhonlin Baratama) yang diduga adanya intervensi khusus oleh tersangka APA (Angin Prayitno) dan DR (Dadan Ramdani)," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri, Kamis (19/8).

Penyidik komisi antirasuah juga memeriksa saksi konsultan pajak Aulia Imran. Penyidik mendalami soal penghitungan pajak di PT Gunung Madu Plantations yang diduga terdapat manipulasi. Aulia merupakan salah satu tersangka yang belum ditahan dan penyidik memeriksanya dalam kapasitas saksi untuk Angin Prayitno.

"Didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses perhitungan pajak di PT GMP yang diduga dimanipulasi," imbuh Ali Fikri.

Dalam kasus itu, KPK mengumumkan enam tersangka. Dua tersangka sebagai penerima yakni Angin Prayitno Aji dan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani. Keduanya yang kini sudah ditahan diduga memerintahkan dan mengakomodasi pengurusan rekayasa kewajiban pembayaran pajak.

Untuk tersangka pemberi suap, ada nama kuasa wajib pajak Veronika Lindawati, serta tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo.

Dalam kasus suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017 itu, Angin Prayitno bersama Dadan diduga menerima suap dari tiga perusahaan yakni PT Jhonlin Baratama, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank, dan PT Gunung Madu Plantations.

Angin diduga menerima duit dari perusahaan-perusahaan itu untuk merekayasa pemeriksaan pajak. Rinciannya, Rp15 miliar diterima kurun waktu Januari-Februari 2018. Uang itu diserahkan oleh Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku perwakilan PT Gunung Madu Plantations.

Kemudian, penerimaan Sin$500 ribu pada pertengahan 2018 diserahkan Veronika selaku perwakilan Bank Panin. Penyerahan itu diduga baru sebagian dari total komitmen Rp25 miliar.

Lalu, kurun waktu Juli-September 2019 penerimaan sebesar S$3 juta diserahkan Agus Susetyo selaku perwakilan PT Jhonlin Baratama. (P-2)

Baca Juga

Dok MI

Pakar: Hati-Hati Memaknai Dasar Yuridis Hukuman Mati Koruptor

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:36 WIB
Makna dari keadaan tertentu, ialah bencana alam, pengulangan perbuatan atau ketika negara tengah resesi...
ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Tiga ton Jeruk dari Karo untuk Menarik Perhatian Presiden Jokowi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 20:40 WIB
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa jalan rusak di Liang Melas Datas akan segera...
Dok Kejagung

Kejaksaan Usut Alih Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading

👤Tri Subarkah 🕔Senin 06 Desember 2021, 18:45 WIB
Penyidik menemukan sebagian Kawasan Suaka Margasatwa telah dialihfungsikan jadi perkebunan sawit seluas 210...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya