Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa lima petinggi perusahaan Manajer Investasi (MI) terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak memaparkan kelima saksi yang diperiksa berinisial TAW, RO, JMF, RJ, dan BP. TAW merupakan Direktur Utama PT Asia Raya Kapital.
Menurut Loonard, pemeriksaan terhadap TAW dilakukan untuk mendalami reksadana milik PT Asia Raya Kapital yang dibeli oleh ASABRI.
"RO selaku Direktur PT Oso Manajemen Investasi diperiksa terkait pendalaman keterlibatan MI dalam perkara PT ASABRI," terang Leonard melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6).
Lebih lanjut, Leonard menjelaskan JMF merupakan Direktur Utama PT Victoria Management Investasi, RJ selaku Direktur Utama PT Citra Langgeng Otomotif, dan BP selaku Direktur Utama PT Anugrah Semesta Investama sekaligus Komisaris PT Treasure Fund Investama.
Seperti halnya RO, ketiga saksi lainnya juga diperiksa penyidik Gedung Bundar untuk mendalami keterlibatan MI dalam kasus rasuah di perusahaan pelat merah tersebut.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum terkait tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT ASABRI," tandas Leonard.
Kasus rasuah yang terjadi antara 2012-2019 itu disebut merugikan keuangan negara Rp22,78 triliun. Hal itu merupakan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Adapun penyidik telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Namun, belum ada satu pun tersanka korporasi yang ditetapkan. Padahal, kasus ini dinilai memiliki keterkaitan dengan megakorupsi Asuransi Jiwasraya yang menetapkan 13 perusahaan MI sebagai tersangka.
Ahli hukum perbankan Yunus Husein mendorong agar penyidik Kejagung dapat menersangkakan MI yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Transaksi goreng-goreng saham pasti melibatkan MI. MI ini, umumnya tidak independen dalam melakukan transaksi, membeli saham. Enggak sesuai dengan ketentuan OJK bahwa MI harus independen," jelas Yunus saat dihubungi Media Indonesia.
Anggota Dewan Pakar Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu juga menjelaskan MI yang terlibat dalam rasuah ASABRI diyakini juga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Dia lebih banyak ke Pasal 3 TPPU, modusnya conversion atau transfer, mengubah bentuk hasil kehajatan. Sehingga semuanya mempersulit penyelidikan," terang Yunus.
Sebelumnya, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kejagung Febrie Ardiansyah menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi pekan depan untuk mempersiapkan penambahan anggota Satgas penyidikan ASABRI.
"Umpamanya jilid II ternyata banyak lagi, berarti kan ada rencanya penambahan Satgasus, jumlah (anggota) Satgasnya kita tambah," kata Febrie, Kamis (3/6).
Dalam penyidikan ASABRI jilid II, penyidik Gedung Bundar akan berfokus pada tersangka korporasi. Diketahui, sejauh ini Kejagung baru menetapkan sembilan sebagai tersangka.
Menurut Febrie, pihaknya akan berupaya untuk menerapkan pasal TPPU jika ada MI yang terbukti bermain di kasus ASABRI. "Kebijakannya kan kemarin dengan men-TPPU-kan, karena dendanya agak lumayan dibandingkan korupsi. Kalau korupsi cuma Rp1 miliar, kalau TPPU besar," paparnya.
Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin juga menyatakan komitmennya untuk menumpas pihak-pihak, baik perseorangan maupun korporasi, yang terlibat dalam rasuah di perusahaan pelat merah tersebut.
"Apakah akan ada tersangka korporasi seperti MI terkait ASABRI ini? Kalau ada, siapa pun bagi saya tidak menjadi penghalang," pungkasnya. (Tri/OL-09)
Peneliti Pusat Studi Antikorupsi menilai maraknya kasus korupsi kepala daerah akibat tak ada efek jera dalam penegakan hukum dan hukuman yang rendah
BUPATI Pekalongan Fadia Arafiq mengaku tak sadar telah melakukan tindak pidana korupsi. Ia mengatakan tak punya pengetahuan soal rasuah lantaran berlatar belakang sebagai penyanyi dangdut.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka kasus dugaan rasuah pengadaan barang dan jasa outsourcing di wilayahnya. KPK menjelaskan modus yang digunakan Fadia
KPK menilai permohonan praperadilan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak tepat sasaran.
Unsur mens rea sangat krusial dalam membedakan korupsi dari kesalahan administrasi biasa
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus frasa “langsung” dan “tidak langsung” dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) menuai kritik.
Pemkab Pohuwato memastikan pembukaan lahan oleh PT BJA dilakukan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan bertahap sesuai petak tebang.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja berpartisipasi sebagai sponsor dalam Gathering Akbar Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Yogyakarta.
Pilihan produk seperti reksa dana, saham, hingga obligasi negara Fixed Rate (FR) bisa membantu masyarakat berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved